Saturday, 23 June 2018

Gerindra Berharap Bisa Berkoalisi dengan PDIP untuk Pilpres 2019

Selasa, 12 Juni 2018 — 21:53 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno. (yendhi)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno. (yendhi)

JAKARTA – Jagat politik di Indonesia masih sangat cair. PDIP dan Gerindra yang sempat tegang, kini mencoba menjajadi untuk bergandengan tangan lagi seperti di Pilpres 2009. PDIP yang pertama memberi sinyal berkoalisi, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menyambut ajakan itu.

PDIP sebelumnya menyatakan peluang koalisi PDIP-Gerindra masih terbuka. Sandiaga berharap koalisi PDIP-Gerindra reuni di Pilpres 2019.

“Sangat mungkin, saya, Pak Hasto dan PDIP punya yaitu satu ekonomi kerakyatan sesuai Pasal 33 UUD 1945 untuk membangun ekonomi yang sama-sama kita share, kita perjuangan untuk rakyat. Itu jadi role,” kata Sandiaga, Selasa (12/6/2018).

“Jadi kita di 2019 sama-sama bersama dan indahnya kalau kita reuni dan kembali lagi dalam satu kesatuan di 2019,” ungkapnya.

Hanya saja, Sandiaga tak bisa memastikan pembentukan koalisi tersebut. Menurutnya, jadi atau tidak koalisi itu terbentuk harus melihat aspirasi masyarakat.

“Kita lihat saja nanti yang mana. Kalau Prabowo atau… tapi masyarakat menginginkan ekonomi yang terbangun. Siapa masyarakat yang lebih percaya,” kaatanya.

PDIP sendiri punya syarat jika koalisi PDIP-Gerindra ingin dibentuk. Syaratnya yakni capresnya harus Jokowi. Menanggapi syarat itu Sandiaga justru membandingkan dengan kondisi saat ini. Ia menilai di bawah pemerintahan Jokowi rakyat Indonesia belum mendapatkan kesempatan lapangan kerja yang luas.

“Saya sih 5 tahun sudah terlihat lah lapangan kerja belum tercipta, harga-harga masih bergejolak. Kita menawarkan sesuatu yang mudah-mudahan masyarakat lebih bisa menanangkap tawaran ke depan dengan tawaran yang kami berikan nanti,” kata Sandi.

Kalangan PDIP memiliki syarat khusus bagi Partai Gerindra apabila sepakat berkongsi dalam Pilpres 2019.  Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto,  peluang kerja sama dengan Gerindra hanya dimungkinkan bila bersama-sama punya capres yang sama.  (*/win)