Tuesday, 23 October 2018

Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PPB, Penyelesaian Palestina Prioritas

Selasa, 12 Juni 2018 — 19:54 WIB
Presiden Jokowi didampingi
Menlu Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat memberikan keterangan

Presiden Jokowi didampingi Menlu Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat memberikan keterangan

JAKARTA – Terpilihnya kembali Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) periode 2019-2020, penyelesaian Palestina merupakan prioritas utama bagi Indonesia.

Presiden menegaskan keberpihakannya itu akan menjadi prioritas utama bagi Indonesia dalam keanggotaannya di DK-PBB.

“Secara khusus saya berpesan kepada menteri luar negeri untuk memprioritas isu Palestina sebagai prioritas dalam DK-PBB,” ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018).

Kepala Negara juga langsung menginstruksikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mempersiapkan dalam enam bulan ke depan sembari menunggu keanggotaan Indonesia yang aktif mulai 1 Januari 2019 mendatang.

“Kepercayaan dunia ini adalah tanggung jawab yang harus kita tunaikan dengan baik,” tambah Jokowi.

Sedangkan Retno Marsudi, mengatakan, bahwa isu Palestina akan selalu menjadi prioritas utama yang akan diperjuangkan Indonesia. “Jadi sekali lagi saya ingin tekankan, tidak ada perubahan, atau bahkan justru terjadi penebalan keberpihakan pemerintah Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam mencapai atau berjuang untuk merebut hak-hak Palestina,” ucap Retno.

Menteri Retno mengatakan bahwa Indonesia dapat memberikan dorongan bagi negara-negara anggota PBB untuk mengimplementasikan resolusi-resolusi damai yang telah dikeluarkan DK-PBB selama ini.

“Kita ingin mendorong agar resolusi-resolusi DK-PBB mengenai Palestina yang jumlahnya cukup banyak dan saya kira kalau kita bicara mengenai elemen dari resolusi tersebut sudah cukup kaya sehingga dorongan kita agar resolusi tersebut dapat diimplementasikan,” ujar mantan duta besar Indonesia untuk Belanda.

Selain itu, kata dia, Indonesia juga akan mengajak negara-negara anggota lainnya untuk kembali memulai pembicaraan masalah perdamaian ini. Retno menyebut bahwa belakangan, upaya-upaya pembicaraan damai serupa itu tampak terhenti.

“Kita melihat bahwa negosiasi dalam rangka perdamaian sudah cukup lama terhenti. Kita akan mencoba mencari jalan, tentunya ini tidak hanya dilakukan Indonesia sendiri sebagai anggota tidak tetap DK-PBB, tetapi kita akan berbicara dengan negara anggota lainnya agar mendorong dimulainya pembicaraan atau pembahasan mengenai masalah perdamaian ini,” Retno menambahkan. (Johara/b)