Tuesday, 23 October 2018

Masjid Terendam Akibat Proyek Tol Desari

Selasa, 12 Juni 2018 — 21:20 WIB
Banjir lokal di sekitar Masjid Daarut Taqwa, Kel. Krukut, Limo usai hujan satu jam mengganggu kenyamanan warga sekitar beribadah. (anton)

Banjir lokal di sekitar Masjid Daarut Taqwa, Kel. Krukut, Limo usai hujan satu jam mengganggu kenyamanan warga sekitar beribadah. (anton)

DEPOK – Hujan yang menguyur Kota Depok sekitar satu jam, mulai pukul  16:00 -. 17:30 membuat kawasan lingkungan RW 07, Kelurahan Krukut, Limo, terendam  sekitar 30 cm. Ini akibat saluran air yang tidak berfungsi dan adanya proyek pembangunan Jalan Tol Depok Antasari (Desari).

“Penggalian atau perataan tanah untuk proyek Jalan Tol Desari juga menjadi salah satu penyebab banjir lokal terjadi di sekitar Masjid Jami Daarut Taqwa selain saluran air yang tidak baik,” kata Ny. Nuraini, warga RW 07, Kel. Krukut, Kec. Limo, Depok, selasa (12/6).

Kondisi ini perlu ditangani serius Pemkot Depok maupun penanggung jawab proyek Jalan Tol Desari agar saluran air tidak tersumbat sehingga saat hujan air dapat mengalir ke kali atau saluran yang ada tidak seperti sekarang membuat banjir lokal setinggi lutu orang dewasa, tuturnya kecewa.

Banjir lokal di sekitar Masjid Daarut Taqwa, Kel. Krukut, Limo usai hujan satu jam mengganggu kenyamanan warga sekitar beribadah. (anton)

Hal senada dikatakan Ketua Pembangunan Masjid Daarut Taqwa, H. Tarmuji, yang berharap pihak penanggung jawab proyek Jalan Tol Desari maupun Pemkot Depok mengatasi dengan cepat agar kasus banjir lokal akibat hujan yang hanya sebentar ini tidak terjadi di kemudian hari.

“Terlebih genangan air setinggi lutut orang dewasa ini sangat mengganggu warga sekitar untuk beribadah ke masjid,” tuturnya.

Sedangkan Lurah Krukut A. Subandi, berharap pimpinan proyek Jalan Tol Desari untuk memperhatikan kegiatan pembangunan di sekitar lokasi pekerjaan sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan ketenangan warga sekitar termasuk masalah banjir lokal atau genangan di sekitar lingkungan RW 07 dekat Masjid Daarut Taqwa.

“Kami secepatnya akan meminta penangganan saluran air di kawasan tersebut diperhatikan agar tidak lagi terjadi banjir lokal saat hujan,” tuturnya. (anton/win)