Tuesday, 21 August 2018

Perdana Dioperasikan, Begini Fasilitas Kereta Mewah Jenis Sleeper

Selasa, 12 Juni 2018 — 14:16 WIB
Petugas menunjukan cara pengoperasians alah satu fasilitas dalam kereta jenis Sleeper. (yendhi)

Petugas menunjukan cara pengoperasians alah satu fasilitas dalam kereta jenis Sleeper. (yendhi)

JAKARTA – PT. Kereta Api Indonesia (KAI), resmi mengoperasikan kereta Sleeper dengan empat pemberangkatan pada Selasa (12/6/2018).  Saat ini, KAI baru menyediakan empat gerbong, relasi Stasiun Gambir menuju Stasiun Surabaya Pasarturi dua gerbong dan relasi sebaliknya dua gerbong. Kereta jenis Sleeper ini menjadi satu rangkaian dengan Kereta Api Argo Anggrek yang berada tepat dibelakang lokomotif.

Poskotanews.com sempat menjajal fasilitas kereta mewah dengan gerbong berlapis stainless tersebut. Ketika masuk, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan interior bernuansa cokelat. Ada delapan belas kursi disiapkan dalam gerbong dengan harga promo selama sebulan Rp 900 ribu per kursi.

Model tempat duduk pun berbeda dengan kereta pada umumnya, disini pelanggan serasa memilikiruang pribadi bersekat, dengan berbagai fasilitas yang bisa dinikmati, seperti kursi yang bisa direbahkan 170 derajat secara elektrik, sandaran kaki elektrik, TV 12 inchi, charger handphone, bantal, selimut, tempat sampah, lampu baca dan beberapa fasilitas lainnya.

Di sebelah kanan bangku, terdapat enam tombol dengan fungsi berbeda, tombol pertama untuk menaikkan sandaran kaki dan mengembalikan seperti semula, tombol dua remot TV manual, tombol tiga power, tombol merebahkan dan mendirikan kursi, tombol lampu baca, dan tombol untuk mengembalikan semua fasilitas secara otomatis.

Disebutkan terdapat fasilitas headset, coat hanger dan majalah untuk pelanggan. Namun, saat poskotanews meninjau fasilitas tersebut, tidak semua tersedia. Sementara untuk menonton televisi, penumpang harus memakai head sheat.

Disudut pintu depan terdapat sebuah toilet, yang secara global tidak jauh berbeda dengan toilet pada umumnya. Terdapat wastafel, tempat sampah, kaca, lemari kecil, dan toilet duduk di dalamnya.

Selain itu, ketika kereta bergerak dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Gambir, suspensi kereta masih bisa dibilang belum maksimal lantaran masih terasa hentakan ketika roda melintas diatas sambungan rel, sama saja ketika kita menaiki kereta commuter line.

Yang lebih disayangkan, ketika salah satu penumpang hendak menggunakan fasilitas kursi ternyata tidak bisa dioperasikan. Bahkan dua mekanik sempat mengotak-atik, tapi hingga kereta dijalankan kursi masih mengalami kendala. Penumpang pria itu pun sempat mengeluh karena posisi kursi dalam keadaan merebah dan tidak bisa dinormalkan.

“Iya nih mas tombolnya nggak bisa, tau-tau gini aja,” kata pria yang duduk dibangku 2A kepada.

Sementara Direktur Utama PT. KAI, Edi Sukmoro mengatakan permasalahan itu bisa diatasi oleh petugas mekanik. “Oh biar teknisi kesini ditarik. Makanya biar teknisi yang benerin” kata dia disebelah bangku yang mengalami kendala. Padahal sebelumnya dua mekanik telah datang mencoba memperbaiki.

Sementara Kepala Humas PT. KAI Agus Komarudin menjelaskan, untuk mengantisipasi gangguan telah disiagakan dua mekanik dalam gerbong mengikuti perjalanan kereta. “Nanti akan dibenerin. Itu ada mekanik dua dari PT. Inka, sementara dari Inka dulu mekaniknya,” kata dia.

Mengenai tidak adanya head sheat, selimut, coat hanger dan majalah menurut Agus karena disingkirkan dulu oleh petugas karena sedang banyak media yang meliput dalam kereta. “Ada kok (head), masa nggak ada. Nanti di cek, mungkin diberesin dulu tadi,” kata Agus.

KAI pun belum bisa menentukan harga normal setelah masa promo berahir. Mereka masih melihat minat penumpang, jika banyak peminat kemungkinan mereka akan menambah jumlah kereta Sleeper. (yendhi/mb)