Tuesday, 23 October 2018

Sadar Kamtibmas

Selasa, 12 Juni 2018 — 5:43 WIB

JUTAAN warga Jakarta sudah bergerak meninggalkan Ibukota. Selama 10 hari libur panjang berkaitan perayaan Idul Fitri 1439 H, roda kehidupan Kota Jakarta dan beberapa kota penunjang seperti Tangerang, Depok dan Bekasi akan berbeda dari hari-hari biasa.

Situasi ‘abnormal’ ini tentu berimbas pada banyak aspek. Dari aspek kelancaran lalu lintas, warga terbebas dari kemacetan yang setiap hari mendera Ibukota. Tapi di sisi kamtibmas, situasi ini justru harus diwaspadai. Tak ada kata ‘libur’ bagi pelaku kriminal.

Diperkirakan, sekitar 4 juta dari 9,5 juta warga Jakarta meninggalkan Ibukota selama libur panjang. Semua perkantoran libur, pusat perbelanjaan sepi pengunjung dan kawasan permukiman sepi. Situasi lengang inilah yang menjadi incaran pelaku kriminal.

Dalam situasi normal, denyut jantung ibukota tak pernah berhenti, aktivitas warga berlangsung 24 jam hingga kondisi kamtibmas lebih mudah terpantau. Tapi pada keadaan tidak normal saat ini, ancaman gangguan kamtibmas sukar dipantau apabila tidak ada kepedulian warga.

Menjaga situasi kondusif, tak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Dalam Operasi Ketupat 2018, dua pertiga dari total sekitar 30 ribu jumlah personel Polda Metro Jaya, disiagakan. Sekitar 5.200 personel berada di lapangan, yang lainnya siaga melakukan pengamanan terbuka dan tertutup. Akan tetapi aparat tidak bisa mengawasi seluruh pelosok Ibukota. Banyak objek vital yang harus dijaga.

Akan tetapi aparat keamanan tidak bisa mengawasi seluruh pelosok Ibukota karena banyak objek vital lainnya yang harus dijaga. Partisipasi, kesadaran dan peran masyarakat amat dibutuhkan.

Partisipasi, kesadaran dan peran masyarakat amat dibutuhkan guna bersama-sama memelihara situasi kamtibmas supaya tetap kondusif. Sadar kamtibmas wajib digalakkan kepada seluruh warga yang tidak mudik.

Di Ibukota, terdapat 44 kecamatan, 267 kelurahan dengan dengan sekitar 2.709 RW serta sekitar 30.246 ribu RT. Warga melalui wadah pokdar kamtibmas, harus menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan, menjadi mata dan telinga polisi. Bila semua elemen sadar kamtibmas, situasi aman dan kondusif akan tercipta.**