Tuesday, 19 June 2018

Tiga Akibat Sesat

Selasa, 12 Juni 2018 — 6:00 WIB
Ustad Ahmad Yani

Ustad Ahmad Yani

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudaraku… Pembaca Poskotanews.com.

Jamaah Sekalian Yang Dimuliakan Allah Swt.

Kesesatan dalam hidup jangan kita biarkan terus berlangsung pada diri, keluarga dan masyarakat kita. Ibarat orang yang menempuh perjalanan, bagaimana mungkin kita bisa mencapai tujuan perjalanan bila kita tersesat, bahkan kerugian besar akan kita rasakan. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa kehidupan tidak akan dapat kita jalani dengan baik bila kita berada dalam kesesatan.

Paling tidak ada tiga akibat bila kita berada dalam kesesatan, baik akibat di dunia maupun di akhirat, sesuatu yang harus selalu kita waspadai. Pertama, Merugikan Diri Sendiri. Hidup dalam kebaikan merupakan sesuatu yang amat menyenangkan, karena hal itu akan membuat kehidupan kita memiliki makna yang baik dan memberi manfaat kebaikan, tidak hanya bagi diri kita tapi juga bagi orang lain. Tapi bila kita dalam kesesatan, maka kerugian terbesar bagi diri kita sendiri, karena keberadaan kita dalam hidup ini tidak memberi manfaat kebaikan bagi diri kita sendiri, apalagi bagi orang lain, Allah Swt berfirman yang artinya:

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak adapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul (QS. Al-Isra’ [17]:15).

Akibat Kedua dari kesesatan adalah mencelakakan orang lain, sebagaimana sudah banyak terjadi dalam hidup ini. Sebagai contoh, orang yang berjudi telah mencelakakan diri dan keluarganya hingga melibatkan orang lain untuk melakukan hal yang sama. Orang yang berzina mempengaruhi orang lain untuk melakukan perbuatan keji itu hinga akhirnya mencelakakan masyarakat banyak dan begitulah seterusnya hingga banyak orang yang memiliki pemikiran sesat membuat aliran sesat dan mengajak orang lain dalam kesesatan yang akhirnya mencelakakan banyak orang.

Oleh karena itu, selalu berpegang teguh kepada Al Qur’an dan sunnah Rasul menjadi keharusan bagi kita semua dan kesesatan yang berakibat pada kecelakaan hidup dunia dan akhirat tidak bisa kita salahkan kepada siapapun, melainkan hal itu menjadi tanggungjawab kita sendiri, Allah Swt berfirman yang artinya:

Katakanlah: Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu (QS. Yunus [10]:108).

Kaum Muslimin yang Berbagagia.

Akibat Ketiga dari kesesatan adalah memperoleh Dosa Yang Berlipat. Salah satu yang harus kita waspadai atas kesesatan dari jalan hidup yang benar tidak hanya akan membuat kita mendapatkan nilai dosa dari apa yang telah kita lakukan, tapi tanpa kita sadari dengan sebab itu ada orang yang mengikuti perbuatan dosa yang kita lakukan disebabkan kita hidup ini memang saling mempengaruhi, baik dengan sikap, perkataan maupun perbuatan, apalagi bila kita mengajak orang lain pada kesesatan, maka kita pun akan mendapat dosa dari kesesatan yang mereka lakukan, Rasulullah Saw bersabda:

Barangsiapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang megikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang mengikuti tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).

Demikian pesan-pesan Ramadhan kita pada hari ini, semoga bermanfaat bagi kita bersama, aamiin yaa robbal alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Drs. H. Ahmad Yani

* Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khairu Ummah

* Penulis Buku Panduan Ramadhan & Doa Al Ma’tsurat Kubra

* Pengurus Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta

* Wakil Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII)

* Ketua Bidang Dakwah Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI)