Friday, 22 June 2018

Fadli Zon: Nuruzzaman Bukan Wasekjen, Kabarnya Mau Pindah Partai

Rabu, 13 Juni 2018 — 22:08 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.(dok)

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.(dok)

JAKARTA – Muhammad Nuruzzaman menyatakan hengkang dari Partai Gerindra setelah Fadli Zon dan tokoh partai itu menyerang langkah tokoh NU Yahya CHolil Staquf menghadiri acara di Israel.

Pernyataan pedas pun dilontaskan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, atas langkah Nuruzzaman. Lewat akun twitter, Fadli menyatakan bahwa Nuruzzaman sudah lama tak aktif, bukan wakil sekjen, dan dilihatnya, memang punya keinginan pindah partai.

“Seingat sy ia sdh lama tak aktif di n bukan Wakil Sekjen. Kabarnya mmg mau pindah partai. @Gerindra selalu berjuang utk Indonesia Raya,” begitu kicauan Fadli 11 jam lalu.

(Baca: Dituding Gerindra Pindah ke Parpol Lain, Nuruzzaman: Nikmati Lebaran Dulu)

Fadli melakukan sindiran di Twitternya kepada Gus Yahya, karena menurut dia, tokoh NU itu memalukan bangsa Indonesia dan tak punya sensitivitas pada perjuangan Palestina.

Gus Yahya melakukan kunjungan ke Israel guna memenuhi undangan sebagai pembicara The David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Minggu (10/6). Videonya beredar di media sosial, sehingga menuai pro dan kontra di dalam negeri.

Dirinya mengkritik keras anggota Wantimpres berkunjung ke Israel, karena  kunjungan Gus Yahya sebagai bentuk pelanggaran konstitusi dan UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

Kunjungan tersebut juga dipandang kontraproduktif dengan sikap politik luar negeri Indonesia yang sejak 1947 konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

“Kunjungan Wantimpres Yahya Staquf ke Israel, selain mencederai reputasi politik luar Indonesia di mata internasional, juga jelas bisa melanggar konstitusi dan UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri,” kata dia.

Menurut Fadli, dalam konstitusi tertulis tegas penentangan segala bentuk penjajahan. Dan Israel, berdasarkan serangkaian resolusi yang dikeluarkan PBB, merupakan negara yang telah melakukan banyak pelanggaran kemanusiaan terhadap Palestina. (*/win)