Sunday, 21 October 2018

Kawanan Banci Gerayangi Mobil Pemudik Saat Tol Cikampek Macet

Rabu, 13 Juni 2018 — 20:33 WIB
dokumentasi/rihadin

dokumentasi/rihadin

BEKASI – Kawanan waria alias banci menggasak ponsel dan uang milik pemudik di tengah kemacetan tol Jakarta-Cikampek wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat Rabu (13/6/2018).

Mereka menggasak telepon selular dan sejumlah uang milik pemudik di sekitar Bekasi Barat. Korbannya adalah Habib Mustopa, pemudik dari Cengkareng, Jakarta Barat dengan tujuan Semarang, Jawa Tengah.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban berhenti di pinggir tol Bekasi Barat ingin buang air kecil dan mengisi air radiator.

“Sebelum turun dari mobil, korban juga sudah mengetahui kalau di sekitar lokasi ada gerombolang waria tengah berkumpul di pinggir tol,” kata Indarto di Bekasi, Rabu (13/6).

Tanpa menaruh curiga, korban lalu pergi meninggalkan mobil beserta istri dan anaknya yang sedang tidur di dalam mobil. Tak lama kemudian, Mustopa kembali ke mobil, dari kejauhan korban sempat melihat ada seorang waria mengetok kaca mobil, dan bernada meminta sebatang rokok.
“Korban segera menuju ke mobilnya, sedangkan waria tersebut pergi. Sampai di lokasi korban melihat h telepon genggamnya hilang, dan sejumlah uang dengan total Rp 100 ribu,” ujarnya.
Korban sempat mencari waria itu, namun hasilnya nihil. Karena itu, korban melapor ke pos polisi di Mega Bekasi Hypermall. Polisi lalu ke lokasi dan melihat gerombolan banci berlarian ketakutan. Polisi curiga bahwa kawanan banci yang beroperasi itu tinggal di Kampung Rawabambu, belakang Mega Bekasi Hypermall.

Polisi lalu menyisir kampung yang banyak ditinggali waria. Tak ada, polisi meminta bantuan pengurus RT setempat. Pengurus RT lalu masuk ke dalam komunitas banci dan mengumpulkannya, lalu meminta banci yang mengambil telepon genggam pemudik segera menyerahkan diri.

Sambil diancam dengan nada tinggi, akhirnya pelaku ketahuan. Bahwa banci yang mengambil itu adalah Marsha Goni dan kawan kawannya. Pengurus RT meminta banci yang dikumpulkan mencari keberadaan Goni sampai ketemu. Alhasil, Goni kabur ketakutan sambil mengembalikan ponsel dan uang recehan Rp 100 ribu milik pemudik. (saban/b)