Tuesday, 11 December 2018

Menjadi Muslim Sejati

Rabu, 13 Juni 2018 — 6:00 WIB
Shalat-siluet

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudaraku… Pembaca Poskotanews.com.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Menjadi muslim termasuk karena orang tua kita muslim merupakan sesuatu yang harus kita syukuri, hal ini karena banyak orang yang harus mencari-cari Islam hingga berpindah-pindah agama meskipun akhirnya mereka menemukan Islam dan menjadi muslim yang sejati. Sebagai tanda syukur itu, kita harus memegang prinsip-prinsip dalam Islam yang amat pokok.

Paling tidak, ada tiga prinsip Islam yang kita semua harus menjalaninya dalam kehidupan yang singkat ini. Pertama, Niat Yang Ikhlas Karena Allah Swt. Beramal yang shaleh merupakan konsekuensi dari keimanan. Namun, amal yang dilakukan harus memiliki niat atau motivasi, yakni niat yang ikhlas karena Allah Swt. Secara harfiah, ikhlas artinya bersih, murni dan tidak ada campuran. Maksudnya adalah bersihnya hati dan pikiran seseorang dari motif-motif selain Allah Swt dalam melakukan suatu amal. Orang yang ikhlas adalah orang yang melakukan sesuatu karena Allah Swt dan mengharapkan ridha-Nya, inilah amal yang bisa diterima oleh Allah Swt. Dalam suatu hadits, Rasulullah Saw bersabda:

Allah tidak menerima amal, kecuali amal yang dikerjakan dengan ikhlas karena Dia semata-mata dan dimaksudkan untuk mencari keridhaan-Nya (HR. Ibnu Majah)

Oleh karena itu, ikhlas dalam beramal memiliki kedudukan yang sangat penting yakni kunci diterimanya amal kita oleh Allah Swt dan ini akan memberikan ketenangan jiwa yang sangat dalam, karena ia merasa tidak sia-sia dalam beramal, bahkan dengan niatnya yang ikhlas seseorang sudah mendapatkan pahala dari Allah Swt meskipun belum melaksanakan suatu amal.

Di samping itu,  keikhlasan dalam suatu amal akan membuat keimanan seseorang menjadi sempurna, karena hakikat iman adalah mengakui Allah Swt sebagai Tuhan sehingga kita bersikap dan bertingkah laku karena-Nya.

Jamaah Sekalian Yang Berbahagia

Prinsip Kedua dalam Islam adalah Berpedoman Pada Al Qur’an dan Sunnah. Al Qur’an merupakan kitab suci yang berisi petunjuk untuk kehidupan umat manusia di dunia ini. Dengan petunjuk Al Qur’an, kehidupan manusia akan berjalan dengan baik, manakala mereka memiliki problema, maka problema itu dapat terpecahkan sehingga ibarat penyakit akan ditemukan obatnya.Sebaliknya, tanpa petunjuk Al Qur’an kehidupan manusia menjadi semrawut, problematika hidup yang selalu bermunculan tidak mampu dipecahkan dan diatasi oleh manusia, apalagi bila suatu masalah belum terselesaikan sudah muncul lagi masalah yang lebih rumit. Akibatnya, begitu banyak manusia yang putus asa dalam menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan hingga bunuh diri yang khususnya semakin banyak.

Kedudukan Al Qur’an dan Hadits tidak perlu lagi dipersoalkan pentingnya, karenanya hingga hari ini sampai kiamat nanti kita amat memerlukannya sehingga menjadi kajian dan pelajaran yang selalu aktual sepanjang zaman, bahkan kalau Al Qur’an dan Al Hadits itu mau kita samakan dengan buku-buku lain dari sisi penjualan, maka keduanya adalah buku yang paling laris, bahkan di negara-negara barat, Al Qur’an menjadi “buku terlaris” yang tidak hanya dibeli oleh kalangan muslim tapi juga non muslim, inilah pusaka Nabi Saw yang abadi sebagai sabdanya:

Aku tinggalkan kepadamu dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang kepadanya, yaitu: kitabullah (Al Qur’an) dan sunnah Rasulullah (Al Hadits). (HR. Muslim).

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Prinsip Ketiga dalam Islam adalah Taat Pada Ketentuan Hukum. Sebagai manusia kita amat membutuhkan ketentuan-ketentuan hukum, karenanya dalam hal apapun manusia membuat ketentuan yang mengikat secara hukum. Dalam sepakbola dan berbagai bidang olah raga, ada aturan main yang dirumuskan dan disepakati sehingga pertandingan bisa berlangsung dengan baik. Dalam kehidupan ini, Allah Swt paling tahu tentang hukum seperti apa yang cocok untuk kita. Karenanya melalui ibadah Ramadhan kita dilatih untuk disiplin dalam hukum sehingga sesuatu yang semula boleh menjadi tidak boleh untuk dilakukan pada siang gari dan baru dibolehkan pada malam hari seperti makan dan minum serta melakukan hubungan seksual dengan isteri. Bila sesuatu yang amat penting bagi manusia, yakni makan dan minum serta melakukan hubungan sesksual sudah bisa dikendalikan, insya Allah kita bisa mengendalikan diri dan disiplin dalam hukum-hukum lain yang memang sangat penting untuk mengatur kehidupan manusia.

Demikian pesan-pesan Ramadhan kita pada hari ini, semoga bermanfaat bagi kita bersama, aamin yaa rabbal alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Drs. H. Ahmad Yani

* Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khairu Ummah

* Penulis Buku Panduan Ramadhan & Doa Al Ma’tsurat Kubra

* Pengurus Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta

* Wakil Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII)

* Ketua Bidang Dakwah Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI)