Tuesday, 21 August 2018

Sandi: Jakarta Terbuka untuk Semua…

Rabu, 13 Juni 2018 — 11:30 WIB
Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno bersama Dirut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Ilyas Lubis  melepas ribuan pemudik. (yendhi)

Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno bersama Dirut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Ilyas Lubis melepas ribuan pemudik. (yendhi)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan melarang penduduk daerah berbondong-bondong mengadu nasib di Jakarta pascalebaran. Namun, pendatang baru diharapkan memiliki keahlian agar mampu bersaing dan bertahan hidup di Jakarta.

“Jakarta terbuka untuk semua, kami tidak bisa melarang. Kami selalu mengimbau agar yang datang ke Jakarta itu harus memiliki keahlian yang bisa memberikan harapan mereka untuk bertahan di Jakarta,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (12/6/2018) malam.

(BacaAnies Persilakan Pendatang Baru ke Jakarta, Tapi Syaratnya…)

Kerasnya kehidupan Ibukota memaksa setiap individu harus mampu bertahan dan siap bersaing dengan individu lainnya, tidak sedikit yang tidak memiliki keterampilan harus kembali ke kampung halaman atau menambah jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Jakarta.

“Karena tanpa keahlian, Jakarta ini daya saingnya sangat tinggi. Dan mereka harus diberikan pelatihan pendampingan supaya mereka bisa memiliki kesempatan untuk masuk ke angkatan kerja di Jakarta,” kata Sandiaga.

(BacaIni 10 Kecamatan di Jakarta Diincar Pendatang Baru)

Sebelum memutuskan untuk merantau ke Jakarta, warga diimbau agar mempersiapkan diri dengan baik termasuk memikirkan tempat tinggal dan perkerjaan sesuai keahlian.

(BacaSandiaga Lepas Ribuan Pemudik di Polda Metro Jaya)

Bagi para pemudik yang telah berhasil menaklukkan Jakarta agar memberi pelatihan atau training kepada orang yang akan diajak ke Jakarta, pastikan ada perkerjaan untuk pendatang baru yang akan dibawa.

“Kalau tidak memiliki keahlian, mereka akan pulang kembali tentunya dengan beban ekonomi yang lebih besar lagi. Kami ingin justru membangun ekonomi di daerah untuk membuka lapangan kerja di daerah supaya tidak terlalu banyak beban dari masyarakat yang urbanisasi ke Jakarta,” tuntas Sandiaga. (yendhi/ys)