Tuesday, 23 October 2018

Strategi Dinas LH DKI Tangani Sampah Lebaran

Rabu, 13 Juni 2018 — 10:18 WIB
TPST Bantargebang.(dok)

TPST Bantargebang.(dok)

JAKARTA – Penumpukan sampah merupakan salah satu masalah yang kerap muncul selama libur Lebaran. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mengaku sudah mengantisipasi persoalan tersebut. Yakni dengan tetap mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bantargebang, Bekasi.

“Fasilitas pengolahan sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, TPST Bantargebang tetap beroperasi selama libur dan cuti bersama Idul Fitri 1439 H,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji, kepada Poskotanews.com, Rabu (13/6/2018).

Terkait itu pula, Isnawa mengaku telah menyiagakan sebagian besar petugas kebersihan dengan jadwal piket teratur. “Sehingga kegiatan pelayanan operasional di TPST Bantargebang tetap berjalan optimal,” ujarnya.

Isnawa memastikan, pada hari H Lebaran hingga pukul 4.00, TPST Bantargebang tetap membuka pelayanan di empat lokasi titik buang. Sebab, berdasarkan pengalaman empiris tahun-tahun sebelumnya, ungkap Isnawa, biasanya truk sampah giat mengosongkan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di wilayahnya.

“Ini agar TPS dapat menampung sampah dengan kapasitas maksimal pada saat  libur hari H dan H+1 lebaran,” imbuh mantan Camat Tambora itu.

(BacaCuti Lebaran, PHL Tetap Harus Siaga Sampah)

Kepala Unit Pegelola Sampah Terpadu (UPST) Dinas LH DKI Jakarta, Asep Kuswanto menambahkan, pada hari H lebaran, pelayanan operasional TPST Bantargebang akan dihentikan sementara mulai pukul 04.00-12.00, karena jalan TPST Bantargebang digunakan oleh warga sekitar TPST Bantargebang untuk menggelar sholat Ied.

“Namun, personel tetap siaga dan segera membuka pelayanan begitu selesai sholat Ied. Hal ini dipastikan tidak akan mengganggu operasional pengelolaan sampah,” kata Asep.

(BacaMeski Puasa, Anggota PPSU Ini Tetap Semangat Bersihkan Sampah)

Asep melanjutkan, semua prasarana dan sarana di TPST Bantargebang juga tetap dioptimalkan kinerjanya seperti alat berat, truk penunjang operasional, pengolahan kompos, pengolahan air sampah, dan pemanfaatan gas methane.

“Personel yang siaga dan tetap bertugas selama libur Lebaran tidak kurang dari 300 orang per harinya,” tuntasnya. (ys)