Tuesday, 18 December 2018

Tasyakur 25 Tahun

Ulama dan Masyarakat Nganjuk Bahu-Membahu di Ponpes Al Barokah

Rabu, 13 Juni 2018 — 19:58 WIB
Pimpinan Pondok Al Barokah, H. Rasyidin bersana alumni SMPN'76  dan SMPP'80 Nganjuk saat pemberian santunan. ( ist).

Pimpinan Pondok Al Barokah, H. Rasyidin bersana alumni SMPN'76 dan SMPP'80 Nganjuk saat pemberian santunan. ( ist).

NGANJUK  – Jika dua kekuatan besar, ulama dan tokoh masyarakat bersatu bahu-membahu, inilah hasilnya. Hajatan yang digagas secara spontan pun segera terwujud.

Itulah yang terjadi di Pondok Modern Al Barokah Patianrowo, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (12/06/2018). Bersamaan dengan Tasyakur Pondok Modern Al Barokah digelar santunan terhadap anak yatim piatu.

Acara santunan diprakarsai oleh Pimpinan Pondok Al Barokah, Ustadz H. Rasyidin dan alumni SMPN’76  dan SMPP’80 Nganjuk.  “Santunan dapat terwujud tentu saja karena didasari adanya kebersamaan dan keikhlasan dalam berbagi, apalagi di bulan suci ini,” kata KH Rasyidin.

“Ulama mengajak, tokoh masyarakat merespons untuk meringankan langkah menuju kebaikan,” kata ulama yang asli Betawi, jebolan Ponpes Gontot Ponorogo, dan kini menetap di Kertosono memimpin Al Baraokah.

Pondok Al Barokah Tak pernah Tidur

Pondok Modern Al Barokah terletak di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Lebih kurang , 12 km sebelah utara kota Kertosono Nganjuk.

Pondok Modern ini dibangun di atas areal tanah seluas 6 ha yang dikelola oleh Yayasan Insan Barokah yang dipimpin H Harmoko. Memulai pelaksanaan program pendidikan dengan system KMI pada tanggal 3 Agustus 1993.

Di pondok ini putra/putri akan dididik dan dibina selama 24jam sehari, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, bahkan sampai sampai bangun tidur lagi. Ada sebuah slogan yang tertanam dalam jiwa para penddiknya, yaitu “Pondok tidak pernah tidur.” (*/win)