Tuesday, 13 November 2018

2 Jam 10 Menit Megawati Berbincang-bincang dengan Jokowi

Kamis, 14 Juni 2018 — 1:19 WIB
Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri

BOGOR – Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri,i mengadakan pertemuan intens Rabu (13/6/2018) selama 2 jam 10 menit, dimulai pada pukul 17.10 hingga 19.20 WIB.

“Pertemuan dalam suasana sangat akrab dan berulang kali kedua pemimpin tersebut tertawa lepas menggambarkan hangatnya pertemuan di Istana Batu Tulis tersebut. Pertemuan diselingi buka puasa bersama, dan seperti kebiasaan sebelumnya, Ibu Megawati secara khusus menyiapkan sajadah untuk Pak Jokowi untuk keperluan menjalankan salat Maghrib”, ujar Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan Rabu (13/6/2018) malam.

Menurut Hasto, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dan kali ini secara khusus membahas narasi kemajuan Indonesia Raya.

“Ibu Megawati memberikan apresiasi kepada Jokowi bahwa mudik Lebaran berjalan lancar. Kerja, kerja dan kerja terbukti menjadi jawaban paling tepat di tengah berbagai kritikan. Hasilnya sudah terbukti, infrastruktur untuk mengenjot pertumbuhan ekonomi ke depan telah dibangun dengan baik,” ujar.Hasto.

Hasto menuturkan, menu buka puasa yang disajikan antara lain tumis bunga pepaya, udang saus padang, ikan sukang bakar, sayur asem, dan asem-asem iga.

Dengan tertawa riang, Megawati memberikan es kelapa muda sebagai makanan pembuka lengkap dengan sirup merahnya.

“Ini kelapa muda merah putih, biar semangat merah putih terus bergelora dalam diri Pak Jokowi, apapun tantangan yang dihadapi”, ujar Megawati, sambil menegaskan bahwa merah putih ini telah menjadi lambang bendera Majapahit, Sang Saka Getih-Getah Samudra, atau Sang Saka Gula Kelapa.

Pertemuan di Istana Batu Tulis tersebut sekaligus membahas sejumlah hal strategis.
Termasuk siapa cawapres yang akan mendampingi Jokowi

Megawati Soekarnoputri , memberikan masukan agar segala sesuatunya dilakukan dengan pertimbangan matang, dan terus melakukan kontemplasi agar benar-benar memahami aspirasi rakyat Indonesia, sambil memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Presiden dan wakil presiden itu merupakan pemimpin rakyat, pemimpin bangsa dan negara. Semua harus dipersiapkan dengan matang, dengan pertimbangan nurani yang jernih. Siapapun yang ditetapkan sebagai cawapres ke depan, maka Pak Jokowi dan calon wakilnya merupakan satu kesatuan. Momentumnya dilakukan pada saat yang tepat,” kata Megawati.

Hasto mengatakan, pertemuan dua tokoh nasional ini diakhiri dengan foto bersama dengan latar belakang lukisan Bung Karno, Proklamator dan Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. (yopi/b)