Monday, 18 June 2018

Ada Benalu Kok Numpang Sampai ke Atas Ranjang

Kamis, 14 Juni 2018 — 6:30 WIB
tusuk

MARTIUS, 48, warga Nusa Tenggara Timur (NTT), memang bak benalu. Keenakan nebeng ranjang dalam rumahtangga adiknya, dia jadi cemburu saat suami Novita, 36, hendak kembali ke pangkuan istrinya. Tapi untuk menutupi skandalnya selama ini, justru adik ipar sekaligus kekasih gelap itulah yang dibunuhnya.

Dalam Ilmu Hayat atau biologi untuk istilah sekarang, benalu yang bahasa latinnya loranthus adalah tumbuh-tumbuhan parasit yang hidupnya menumpang di pohon lain. Dia enak-enakan menghisap sari makanan tanpa kerja, sementara pohon yang ditumpanginya justru semakin kurus dan akhirnya bisa mati. Maka dalam kehidupan nyata, manusia yang hidupnya hanya nebeng dan mengandalkan pihak lain, itu bisa disebut benalu. Dalam masyarakat Jawa kemudian muncul ungkapan: kemladeyan ngajak sempal.

Benalu berkaki dua dan punya kumis mungkin adalah Martius, warga Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur. Sudah punya istri, tapi suka numpang nikmat dalam rumahtangga adik kandungnya, Domingus, 42. Selama adik lelakinya merantau ke Kalimantan, dialah yang mencukupi nafkah batin istrinya, Novita. Tapi saking enaknya jadi benalu ranjang, Martius jadi lupa daratan!

Sejak beberapa tahun lalu Domingus memang merantau ke Kalimantan. Mungkin ekonominya belum mapan, anak istrinya tak dibawa serta. Kepada kakaknya, dia hanya titip agar keluarganya di kampung dijaga, karena kepada siapa lagi dia menitipkan amanat itu jika bukan kepada kakaknya? Dan kala itu, Martius juga menyanggupi. “Iyalah Dik, kamu tenang saja kerja di sana, bersamaku semuanya bisa kok….,” kata Martius memberi janji ala politisi.

Beberapa bulan Domingus tinggalkan rumah, setan pun mulai iseng-iseng mempengaruhi otak dan pikiran Martius. Akibatnya, lama-lama istri adiknya ini kok menarik juga, jauh lebih seksi dari istri sendiri di rumah. Dalam hatinya pun menganalisa, selama berbulan-bulan jauh dari suami, pastilah Novita dilanda kesepian yang multi dimenasi. Sebagai kakak ipar, apa salahnya memberikan solusi. Bukankah orang Jawa mengatakan, ipar disebut ipe, karena faktanya: iki ya penak (ini enak juga).

Diam-diam Martius mulai mendekati adik iparnya tersebut. Awalnya Novita berusaha menepis segala kemauan kakak ipar. Tapi lantaran selama ini juga kesepian, akhirnya dia pun bertekuk lutut dan berbuka paha juga. Maka bila situasinya demikian mantap terkendali, Novita rela saja diajak bersetubuh oleh kakak iparnya tersebut. Pendek kata, saat itu Martius sudah mirip praktisi poligami. Hari ini tidur dengan istri sendiri, hari besuk tidur sejenak bersama adik ipar sampai menggelepar-menggelepar!

Tanpa terasa waktu sudah berjalan hampir dua tahun. Beberapa hari lalu terdengar kabar bahwa Domingus hendak kembali ke NTT. Artinya, Martius tak bisa lagi jadi benalu dalam rumahtangga, numpang nikmat pada ranjang adiknya. Novita sendiri sejak ada kabar suami mau pulang, mulai menjaga diri, artinya tak mau lagi diajak kencan oleh kakak iparnya. Tapi rupanya Martius justru semakin ketagihan.

Mungkin sebagai “kenang-kenangan” kelonan terakhir, malam itu dia minta dilayani dalam urusan ranjang. Tapi Novita tetap menolak. Martius yang nafsunya sudah naik ke ubun-ubun jadi gelap mata. Di depan anak lelaki sang adik ipar, dia nekat menusukkan pisau dapur tembus ulu hati, sehingga Novita wasalam di tempat. Gegerlah warga kampung Rokat, karena Martius juga berusaha bunuh diri setelahnya. Tapi warga berhasil menyelamatkannya, sehingga dua anak manusia itu sama-sama dilarikan ke RSUD Ruteng.

Kasihan, “pohon” korban benalu itu akhirnya mati juga. (BP/Gunarso TS)