Friday, 22 June 2018

Ikan Bandeng Primadona Warga Bekasi Asli Saat Lebaran

Kamis, 14 Juni 2018 — 9:02 WIB
H-3 biasanya pedagang ikan bandeng musiman bermunculan di pasar-pasar Bekasi. (saban)

H-3 biasanya pedagang ikan bandeng musiman bermunculan di pasar-pasar Bekasi. (saban)

BEKASI – Warga Bekasi asli, punya penganan spesial yang wajib ada di saat Hari Raya Lebaran. Boleh dibilang ini tradisi dan sudah turun temurun, terutama di daerah pinggiran Kabupaten Bekasi.

Seperti halnya dodol, ikan bandeng juga menjadi primadona pilihan warga Bekasi. Biasanya, menjelang Idul Fitri akan muncul pedagang bandeng musiman di pasar-pasar di Bekasi, atau pun di pasar musiman yang hanya buka lapak satu tahun sekali.

Pasar Bandeng, begitu warga selalu menyebutkan, akan muncul  tiga hari sebelum lebaran. Walau namanya pasar bandeng bukan berarti hanya ada pedagang bandeng. Namun ramai berbagai rupa barang dan makanan dijajakan pedagang musiman.

Keunikan dari tradisi pasar bandeng ialah, tumpah ruahnya warga se-Kecamatan Babelan, dan sekitarnya mencari keperluan lebaran, seperti pakaian, lauk pauk, dan terutama ialah ikan bandeng.

Kulit ketupat jadi hiasan khas pasar bandeng. Tambah riuh suasana dengan deretan penjual daging sapi dan ayam berteriak menarik perhatian para pembeli, yang berjalan penuh sesak menutupi jalan hingga sepanjang 700 Meter.

Hal serupa di Bulan-bulan Margamulya, Bekasi Utara. Di lokasi ini deretan pedagang ikan bandeng menghiasi trotar, membaur dengan pedagang daging sapi, kerbau dan ayam kampung serta entog, “Kalau tidak ada ini bukan lebaran,” ujar Murtado, 70, pedagang bandeng yang sejak puluhan tahun ambil bagian.

Kakek enam cucu ini, berjualan bandeng sejak harganya masih Rp1500/kg, hingga saat ini harganya sudah mencapai Rp25 ribu/kg. Ikan bandeng biasanya diolah menjadi sayur pucung dan disajikan untuk makan bersama keluarga besar. “Kalau yang nggak bisa masak, durinya mengganggu,” jelas Murtado.

Namun, di beberapa pasar yang wilayahnya sudah dipenuhi warga pendatang,  pedagang ikan bandeng terlihat sepi dan kalau pun ada yang berjualan tidak terlalu banyak, “Kalau di sini, hanya sedikit yang masih memburu ikan bandeng,” ujar Indra, pedagang ikan bandeng  dadakan di Paar Mini Mangunjaya, Tambun Selatan.

Menurutnya pendatang lebih memilih ayam kampung dan daging sapi, “Kalau ikan bandeng, bingung masaknya, kecuali yang memang warga Bekasi asli,” jelas Indra, lelaki yang sebelumnya tukang las ini.

Rata-rata pedagang ikan bandeng hanya membawa dagangan sebanyak 1 kuintal, dengan ukuran bervariasi mulai dari satu kilogram isi dua ekor, atau satu ikan dengan berat 2,5 kg. “Kalau yang seekor dua kilo banyak yang beli,” lanjut Indra. (saban/mb)