Tuesday, 21 August 2018

Tolak Amandemen Rancangan AS, PBB Kutuk Kekerasan Israel

Kamis, 14 Juni 2018 — 12:33 WIB
Israel memperingatkan para pengunjuk rasa Palestina tidak mendekati pagar pengaman di perbatasan Gaza.(Reuters)

Israel memperingatkan para pengunjuk rasa Palestina tidak mendekati pagar pengaman di perbatasan Gaza.(Reuters)

AMERIKA SERIKAT – Majelis Umum (MU) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), menyetujui rancangan resolusi yang mendesak perlindungan warga sipil Palestina, setelah menolak permintaan AS untuk mengecam serangan yang dilakukan Hamas terhadap Israel di jalur Gaza.

Rancangan resolusi yang diusulkan Turki, Alzajair dan Palestina didukung 120 negara mendukung resolusi ini, delapan menolak, 45 abstain dan 20 lainnya tidak hadir.

Dalam rancangan resolusi tersebut, Majelis Umum PBB menyesalkan tindakan Israel yang menggunakan kekuatan mematikan yang tidak proporsional dan tidak pandang bulu terhadap warga sipil Palestina.

Sebelum pemungutan suara, Majelis Umum memberikan surat suara pada amandemen yang dirancang oleh AS yang bertujuan untuk mengutuk penguasa Hamas Gaza. Namun, Majelis Umum  menolaknya.

“Sifat resolusi ini jelas menunjukkan bahwa politik yang menggerakkan hari ini. Ini jelas satu sisi. tidak menyebut sama sekali teroris Hamas yang secara rutin memicu kekerasan di Gaza,” kata Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley sebelum pemilihan.

Kekerasan terjadi di Perbatasan Gaza sejak AS meresmikan Kedutaan besarnya di Yerussalem. Riyad Mansour, pengamat permanen Palestina untuk PBB, mengatakan di depan Majelis Umum bahwa 129 demonstran Palestina tewas, termasuk 16 anak-anak, dan 13.000 lainnya terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel. (mb)