Monday, 19 November 2018

Bagi Maman Lebaran Bersama Keluarga Penting, Tetapi Lebih Penting Menjalankan Pekerjaan

Minggu, 17 Juni 2018 — 6:16 WIB
Maman, 45, petugas pintu perlintasan KA Rawaroko, Purwakarta tidak ikut berlebaran bersama keluarga karena sedang bertugas. (dadan)

Maman, 45, petugas pintu perlintasan KA Rawaroko, Purwakarta tidak ikut berlebaran bersama keluarga karena sedang bertugas. (dadan)

PURWAKARTA – Bagi Maman Suherman, ini bukan tahun pertama ia tidak bisa berkumpul bareng keluarga di Hari Raya Idul Fitri. Tugasnya sebagai penjaga pintu perlintasan Kereta Api, membuat bapak tiga anak harus rela “berpisah” dengan keluarga saat seluruh umat muslim merayakan hari kemenangan tersebut.

Bagi Maman, menjaga keselamatan pengguna jalan yang melintasi dipintu KA yang ia jagai juga penting dan berharga. Selain tanggung jawab pekerjaan yang harus ia jalani pada perusahaan menaunginya juga tugasnya menyelamatkan nyawa banyak manusia.

“Kalau dibilang tuntutan pekerjaan, bener juga. Tetapi ada hal terpenting, menjaga keselamatan pengguna jalan yang melintasi pintu perlintasan ini,”ujarnya ditemui dipintu perlintasan KA rawaroko, Kel Nagri Kaler, Purwakarta, Jawa Barat Sabtu (16/06/2018).

Meski diakui Maman berlebaran di manapun tempatnya sama saja tetapi sedikit mengurangi “kesakralan” karena tidak bisa merayakan bersama keluarga.

“Ya rada ngerumas juga sih Pak ditahun tahun pertama mah. Tugas menjaga pintu perlintasan ini kan sudah tahun ke enam, jadi sekarang mah biasa saja,”kata lelaki 45 tahun itu.

Ia pun bersyukur istri dan anak anaknya mengerti dan memahami betul pekerjaannya, terlebih menjaga keselamatan semuanya baik pengguna jalan dan pengguna jasa kereta api yang sedang menempuh perjalanan.

Maman mengungkapkan intensitas perjalanan KA pada musim mudik lebaran cukup tinggi. Sehingga dia harus extra siaga menjaga pintu terlebih diperlintasan Kp rawaroko memiliki dua jalur rel (double track).

Selain itu, lanjut dia, pintu perlintasan KA Rawaroko berada dijantung kota Purwakarta menghubungkan masyarakat ditimur wilayahnya ke kebarat.

“Pelintasan ini juga berada dipertigaan jalan Rawaroko-Kemuning sehingga kerap stag pada jam jam tertentu sangat padat,”ungkap warga Kampung Parung Dadap, Desa Hegarmanah, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta, Jawa Barat ini.(dadan/b)