Friday, 20 July 2018

Gerindra Tidak Bakal Sebut Nama Cawapres Jika Jokowi….

Senin, 18 Juni 2018 — 19:21 WIB
Prabowo dan Sandiaga

Prabowo dan Sandiaga

JAKARTA – Sandiaga Salahudin Uno menyebutkan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tidak akan mengumumkan nama calon wakil presiden (cawapres) 2019 mendatang sebelum Presiden RI Joko Widodo mengumumkan cawapresnya secara resmi.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai (DPP) tersebut menegaskan Gerindra menyambut baik kabar Jokowi yang menyebut telah memiliki calon wakil presiden yang akan mendampinginya pada Pilpres 2019 nanti.

“Tentunya berkonsultasi dengan mitra koalisi dan dapat kita pastikan kita gak akan ambil keputusan cawapres sebelum Jokowi secara resmi sebagai inkumben mengumumkan cawapresnya,” kata Sandiaga di kawasan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (18/6/2018).

Hal itu, lanjut Sandiaga, diketahui setelah dirinya berkonsultasikan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat pertemuanya hari ini Senin (18/6/2018). Dipastikan, Partai Gerinda tidak akan mengumumkan cawapres sebelum konsultasi dengan mitra koalisi dan sebelum Jokowi juga mengumumkan.

“Kalau nama sudah ada beberapa dan diumumkan ke publik setelah konsultasi dan Jokowi sebagai pemerintah yang inkumben pasangan capres dan cawapres dari pihak pemerintah,” kata Sandiaga kembali menegaskan.

Dalam pertemuannya dengan Prabowo, Sandiaga juga menyampaikan kunjungan 24 tokoh nasional selama tiga hari usai Ramadhan.

“Saya melaporkan ke beliau bagaimana masukan aspirasi dan interaksi dengan para tokoh, saya sampaikan Jakarta Indonesia sangat kondusif, pembicaraannya sangat cair dalam satu konstelasi untuk membangun bangsa lebih baik lagi ke depan, saya sampaikan ke pak Prabowo kalau keinginan untuk silaturahmi selanjutnya dapat diadakan, tentunya ada perencanaan-perencanaan agar tokoh-tokoh bangsa bisa bertemu dan juga kita harapkan semakin matang,” beber Sandiaga.

“Kita 51 hari lagi menjelang penerapan capres dan cawapres saya laporkan ke Prabowo bahwa isu ekonomi akhirnya diputuskan oleh kunjungan-kunjungan saya ke tokoh ini sebagai isu utama isu ekonomi khususnya ekonomi riil yang jadi harapan dari masyarakat yaitu ekonomi pasal 33, ekonomi Pancasila yang dapat menciptakan lapangan kerja seluas luasnya,” lanjutnya menyudahi. (Yendhi/b)