Tuesday, 13 November 2018

Lewat Udara, Kapolri Pantau Langsung Arus Balik Lebaran

Senin, 18 Juni 2018 — 20:18 WIB
Kapolri dan Kapolda Metro Jaya pantau arus balik naik helikopter dari lapangan Dirlantas Polda Metro Jaya.

Kapolri dan Kapolda Metro Jaya pantau arus balik naik helikopter dari lapangan Dirlantas Polda Metro Jaya.

JAKARTA – Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan arus balik Lebaran Idul Fitri, Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis melakukan pemantauan langsung dengan menggunakan helikopter, Senin (18/6). Terpantau antrian panjang di beberapa titik pintu tol.

Dalam kaitan ini, Kepolisian  berkordinasi dengan pihak Jasa Marga terkait penyediaan loket pengisian kartu e-toll di sepanjang jalan Cikarang Utama.

“Nanti di tol misalnya ada antrean satu sampai 5 km. Kemudian kalau kita lihat antrean, nanti pintu tol di Cikarang Utama itu kita tambah lagi tiga, jadi 30. Sehingga ini nanti akan memudahkan pengguna jalan menggunakan pintu tol itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Argo Yuwono.

“Kemudian masyarakat pengguna jalan tol yang kehabisan saldo e-toll nanti bisa memanfaatkan pengisian di sepanjang jalan Cikarang Utara,” kata Kombes Raden Argo Yuwono.

Argo menyatakan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Polda Jatim, Jateng dan Jabar, agar sewaktu-waktu, jika dibutuhkan dilakukan pengalihan arus.

“Pengalihan arus bisa kita lakukan di kilometer 37. Nanti kita keluarkan ke jalur arteri dan juga kilometer 35. Jadi bisa ke arah Kalimalang kalau kita keluarkan di sana,” kata Argo. “Sementara untuk kendaraan pribadi atau mobil kecil diarahkan keluar di jalur arteri,” sambung Argo.

Apabila rekayasa pertama belum berhasil melancarkan arus lalulintas, kata Argo maka akan diberlakukan kontraflow. “Jadi kontraflow dari Kilometer 35. Kalau masih kurang kita tambah lagi dari kilometer 21 atau 10 atau nanti kilometer 0,” jelas Argo.

Tak hanya itu, pengguna jalan yang akan masuk ke halan tol juga akan dibatasi. Bahkan, jika masih terjadi kepadatan, maka yang diprioritaskan masuk ke tol yaitu masyarakat yang baru mau balik ke Jakarta.

“Kalau misalnya kontraflow belum bisa menyelesaikan, kita lakukan satu arah. Jadi dari kilometer 35 ke Jakarta satu arah semua. Kemudian kalau nanti misalnya sudah kita lakukan itu dan kita komunikasi dengan Jasa Marga untuk biaya tol langsung itu, langsung bisa melewati di sana. Jangan sampai terhambat di situ,” kata Argo. (ilham/win)