Tuesday, 11 December 2018

Sandi Yakin Gerindra Koalisi dengan Demokrat di Pilpres 2019

Senin, 18 Juni 2018 — 20:01 WIB
Sandiaga Salahuddin Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sandiaga Salahuddin Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

JAKARTA – Wakil Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (DPP Gerindra), Sandiaga Salahudin Uno menyebutkan Partai Demokrat akan berkoalisi dengan Partai Gerindra pada Pilpres 2019 mendatang.

“Tadi disampaikan bahwa Pak AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) lagi mengatur waktu dengan Pak Prabowo. Saya ketemu juga dengan AHY selama tiga hari ini, memang Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) bertitip pesan insya Allah kita bersama sama di 2019 ini,” kata Sandiaga di kawasan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (18/6/2018).

Dalam waktu dekat, lanjut Sandiaga, dipastikan akan ada pertemuan antara petinggi Partai Berlambang Mercedez dan Burung Garuda tersebut.

“Jadi nanti akan ada pertemuan lanjutan dan ini persiapan tengah dilakukan seiring mempersipakan tanggal 27 Juni ada Pilkada,” kata dia.

(Baca: Gerindra Tidak Bakal Sebut Nama Cawapres Jika Jokowi….)

Gerindra berharap Demokrat serius untuk bisa berkoalisi dengan Gerindra dan sama-sama memenangkan Pilpres 2019 mendatang. Namun, sebelum sepakat menjadi koalisi ada syarat yang harus dipenuhi oleh Gerindra yakni permasalahan ekonomi yang tertuang dalam Pasal 33 Undang-undang Dasar 1945.

“Harapan kita (Demokrat berkoalisi dengan Gerindra). Dan mudah-mudahan Pak SBY dan AHY bisa sepakat dengan platform yang kita dorong yaitu ekonomi Pasal 33,” ucap Sandiaga.

Dalam Pasal 33 tersebut berbunyi, ‘Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat’.

Detailnya, menurut Sandiaga, kita harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan mengelola aset vital negara untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat Indonesia.

“Pasal 33 sangat jelas bahwa kita ingin ada investasi yang masuk tapi kita pastikan investasi untuk terbaik, untuk kebutuhan terbaik dari bangsa dan negara iu sendiri. Ya itu syarat kita kepada yang bergabung bahwa Pasal 33 ekonomi pancasila termasuk juga wakil presidennya setuju bahwa ekonomi pasal 33 menjadi pedoman untuk kita membangun bangsa ini kedepan,” tegas Sandiaga. (Yendhi/b)