Friday, 21 September 2018

Sepi Pembeli, Pedagang Asongan di Terminal Kampung Rambutan Mengeluh

Senin, 18 Juni 2018 — 12:03 WIB
asongan di Terminal Kampung Rambutan-cw2

JAKARTA –  Biasanya menjelang dan sehabis lebaran merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh para pedagang  asongan makanan minuman di terminal, karena biasanya jumlah penumpang bus meningkat.

Tetapi ternyata  kondisi ini tidak berlaku untuk arus mudik lebaran kali ini.

Agus, Deni dan Doyok, penjual minuman di Terminal Kampung Rambutan mengeluhkan sepinya pembeli. Menurut Deni, jumlah penumpang yang datang dan berangkat dari terminal ini cukup banyak. Tetapi sayang, daya belinya justru berkurang. Ia pun mengatakan, banyak para penjual yang mengeluhkan hal tersebut.

“Kalau ditanya penumpang banyak apa ga mah di sini rame, tapi yang beli itu yang ga ada. Dibanding tahun-tahun sebelumnya mah jauh, mba,” ujar Deni pada Senin (18/6/2017), di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Ia mengungkapkan, dibandingkan tahun kemarin, arus mudik tahun ini,  terhitung lesu pendapatan mereka. Bahkan Deni dan Doyok mengungkapkan, pendapatan mereka turun sampai 50 persen.

“Kalau tahun lalu seminggu sebelum lebaran itu sudah rame yang beli, sampai setelah lebaran juga. Kalau sekarang mah sepi, pendapatan turun sampai 50 persen, ga bisa pulang ini sih,” seru Deni.

Agus menambahkan, akibat turunnya pendapatan, ia terpaksa tidak bisa pulang ke kampung halaman. Ia pun menilai, momen arus mudik ini terasa seperti hari biasa yang sepi pembeli.

“Padahal kampung saya deket, cuma di Garut. Pulang sih bisa tapi kan ga mungkin ga bawa uang, pusing saya kalau gini,” kata Agus.

Penjual lainnya, Tejo, mengaku omsetnya juga menurun. Dibandingkan tahun lalu, arus mudik lebaran tahun ini ia hanya bisa mengantongi Rp. 1 juta saja. “Kalau kemarin ya lumayan penghasilannya, sekarang cuma sejuta aja. Sepi memang, yang lain juga mengeluh.” (Cw2/tri)