Monday, 19 November 2018

Petinggi Demokrat Ini Juga Bantah Pernyataan Sandi

Rabu, 20 Juni 2018 — 19:52 WIB
Prof Dr Ahmad Mubarok

Prof Dr Ahmad Mubarok

JAKARTA – Partai Demokrat belum menentukan koalisi untuk mengusung pasangan calon presiden /calon wakil presiden untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Sebab, kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok, di Jakarta, Rabu (20/6), partainya masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang ambang batas untuk mengajukan pasangan capres/cawapres.

Seperti diketahui sebelumnya uji materi tentang ambang batas capres /cawapres ini pernah ditolak MK. Namun, sejumlah aktivis, akademisi, pegiat demokrasi dan tokoh masyarakat kembali menggugat Undang-Undang Pemilu No 7/2017 ke MK. Mereka keberatan dengan pasal 222 UU Pemilu tentang ambang batas capres.

“Jadi Demokrat masih menunggu keputusan dari MK terkait ambang batas untuk mengajukan pasangan capres/cawapres. Sebab itu, sampai kini Demokrat belum menentukan capres atau cawapres, termasuk menentukan koalisi dengan partai politik,” tegas Mubarok.

Ia menambahkan sampai kini capres hanya ada Jokowi saja, dan Prabowo Subianto walaupun sudah melakukan deklarasi sebaga capres belum tentu maju sebagai capres karena itu hanya manuver saja.

Menurut Mubarok, jika MK nanti memutuskan ambang batas untuk mengajukan pasangan capres/cawapres nol persen , maka akan banyak mereka yang akan maju sebagai capres lewat partai politiknya.

“Lihat saja Pak Yusril Ihza Mahendra (ketua umum Partai Bulan Bintang) yang siap maju sebagai capres karena mungkin dia sudah tahu keputusan MK, bahwa ambang batas akan menjadi nol persen, ” terang Mubarok.

Sebab itu, lanjut Mubarok, Demokrat tenang-tenang saja, tidak terburu-buru untuk menentukan koalisi dengan partai lain, atau mengumumkan capres atau cawapres karena menunggu keputusan MK.

Sebelumnya Sandiaga Uno sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra mengklaim bahwa Demokrat sudah sepakat gabung dengan koalisi yang dibangun Gerindra. Sandi mengakui koalisi itu sudah dikomunikasikan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) putra sulung pendiri Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (Johara/b)