Wednesday, 26 September 2018

Survei IB: Jokowi Vs Prabowo Kebalikan 2014

Rabu, 20 Juni 2018 — 17:54 WIB
Jokowi dan Prabowo  (dok)

Jokowi dan Prabowo (dok)

JAKARTA –Lagi-lagi Joko Widodo melenggang meninggalkan pesaing utamanya Prabowo Subianto dalam survei elektabilitas yang diadakan Lembaga Survei Indo Barometer. Survei dilakukan sejak 7-13 Juni 2018 di lakukan di  beberapa daerah antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

Indo Barometer juga merilis hasil simulasi pemilihan presiden dengan metode pertanyaan terbuka. Hasilnya, dari empat provinsi, Joko Widodo berhasil mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Meski begitu, dari beberapa nama yang diajukan dalam survei, Prabowo masih menjadi pesaing terkiat Joko Widodo.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menjelaskan, Prabowo memang tetap menjadi pesaing kuat Jokowi. Hal ini karena popularitasnya di masyakarat. Selain itu, Prabowo dinilai memiliki Partai Gerindra sebagai kendaraan politik dalam pencalonan pada 2019.  “Karena Prabowo punya popularitas, kedua punya partai politik,” katanya.



Qodari membandingkan dengan Gatot Nurmantiyo yangtidak memiliki kendaraan politik sehingga membatasi popularitasnya  “Kalau Pak Jokowi jelas, punya popularitas, sudah didukung parpol, beliau adalah incumbent,” kata Qodari, Rabu (20/6).

Meski begitu, menurut Qodari terdapat perbedaan signifikan antara hasil survei sekarang dengan hasil survei pada Pilpres 2014 lalu. Saat itu, Prabowo jauh mengungguli Jokowi dengan raihan elektabiltas hampir 60 persen.

“Tahun 2014 Prabowo unggul telak sama Pak Jokowi, selisih suaranya sekitar 20 persen. Prabowo 60 persen, Jokowi 40 persen. Tapi sekarang situasinya sudah terbalik. Jokowi sudah 41 persen, Prabowo baru sekitar 31 persen. Yang belum memutuskan sekitar hampir 30 persen,” jelas Qodari.

Menurutnya, lonjakan elektabilitas Jokowi karena ia didukung oleh tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya selama ini. Meski begitu, popularitas Prabowo akan tetap kuat dan berpeluang menjadi pesaing Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.(us)