Wednesday, 17 July 2019

Siapa Bilang Subang Miskin di Sewo Orang Nyapu Uang

Kamis, 21 Juni 2018 — 6:40 WIB
sapuduit

ANGKA kemiskinan di Subang, Jawa Barat, masih tinggi. Data tahun 2016 menunjukkan sampai 700.000 orang, itu hampir separo dari jumlah penduduknya. Tapi faktanya, di seputar jembatan Kali Sewo Desa Karang Anyar, Kecamatan Pusakajaya, setiap hari, lebih-lebih di seputar mudik Lebaran, warganya rajin menyapu uang di jalan raya antara Subang – Indramayu.

Tapi jangan salah! Uang logam sampai “menyampah” sehingga perlu disapu bukan turun dari langit, melainkan dilempar oleh pengendara sepeda motor, mobil dan truk yang melintas di jalan itu. Dalam sehari bisa dapat Rp 25-30 ribu, bahkan di seputar mudik Lebaran bisa di atas Rp 100.000,-

Ini sudah menjadi tradisi sejak jaman Belanda dulu. Konon pelemparan uang itu untuk penolak bala. Di seputar Jembatan Sewo itu bersemayam sing mbaureksa (penunggu) siluman buaya putih, yang suka mengganggu para pelintas jembatan tersebut.

Memang beberapa kali terjadi musibah di Jembatan Sewo ini. Boleh percaya boleh tidak, pada 11 Maret 1974 bus transmigran Boyolali tujuan UPT Rumbiya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), terguling masuk ke kali di Jembatan Sewo. Sebanyak 67 orang tewas dalam kecelakaan itu. Bahkan pernah sekelompok pengamen ikut-ikutan berebut sampah uang logam itu. Tapi karena kurang hati-hati, salah satu pengamen tewas ditabrak kendaraaan.

Penyapu uang itu bukan dari lidi, melainkan ranting kayu atau manggar tangkai kembang kelapa. Ketika ada pengendara melempar uang, mereka berebut menyapu uang itu. Begitu kena langsung dimasukkan kantong, bukan bak sampah sebagaimana lazimnya sampah. Pelakunya bukan saja anak-anak, tapi juga para orangtua laki perempuan, yang dari segi penampilannya tidak selalu menunjukkan kemiskinan.

Karena uang itu memang enak, tradisi mengasyikkan itu oleh warga selalu dipertahankan, meski sangat membahayakan. Lebih dari itu, kegiatan berebut uang logam ini terkesan menjadi warga pengemis. Jumlah mereka demikian banyak, orang-orang itu berjajar di antara jembatan Kali Sewo, dari arah Jakarta maupun arah Indramayu.

Menurut data tahun 2016, angka kemiskinan di Kabupaten Subang masih tinggi, jumlahnya sampai 700.000, hampir separo dari jumlah penduduknya. Potret di seputar Jembatan Sawo bukti telak kemiskinan itu. Masihkah Pemda Subang membiarkan saja pamer kemiskinan yang dilakukan warga seputar Jembatan Sewo itu? Jika polisi pasang tulisan “pemudik jangan lempar uang”, tujuannya semata-mata untuk mencegah kecelakaan lalulintas belaka. – gunarso ts