Monday, 24 September 2018

PDIP Dorong Prabowo Lapor KPK Soal Tudingan Mark Up LRT

Jumat, 22 Juni 2018 — 14:19 WIB
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno. (ist)

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno. (ist)

JAKARTA – Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto menuding ada mark up dalam penganggaran pembangunan LRT di Indonesia. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  mempersilakan Prabowo melapor ke  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bila  memiliki data valid.

“Info yang menarik. Kalau ada bukti dilaporkan ke KPK saja,” kata Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno, Jumat (22/6/2018).

Wakil Ketua Fraksi PDIP ini mengatakan, bahwa salah satu orang dekat  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga sahabat Prabowo. “Saya dengar, salah satu orang dekat Bu Rini juga sahabat Pak Prabowo,” ucapnya.

Hendrawan mengatakan, info-info begini selalu saja berseliweran. “Energi kita sebaiknya diarahkan untuk mencari solusi, bukan untuk membangun sensasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menilai biaya pembangunan light rail transit (LRT) di Indonesia sangat mahal. Bahkan biaya pembangunan LRT di Indonesia berbeda jauh dengan negara lain.

(BacaPrabowo Sebut Ada Mark Up di Pembangunan LRT)

Berdasarkan riset indeks pembangunan LRT di dunia, biaya pembangunan untuk LRT hanya berkisar 8 juta dolar Amerika/km. Sedangkan di Palembang, yang memiliki panjang lintasan 23,4 km, biayanya hampir Rp12,5 triliun atau 40 juta dolar Amerika/km.

“Coba bayangkan saja berapa mark up yang dilakukan pemerintah untuk 1 km pembangunan LRT. Jika 8 juta dolar itu saja sudah mendapatkan untung, apalagi kalau 40 juta dolar,” kata Prabowo saat sambutan dalam acara silaturahmi kader di Hotel Grand Rajawali, Palembang, Kamis kemarin. (rizal/ys)