Sunday, 22 July 2018

Vonis Mati: Aman Bersujud, Polisi Langsung Membarikade Ruang Sidang

Jumat, 22 Juni 2018 — 11:40 WIB
Polisi membentuk barikade sesaat setelah terdakwa kasus teroris Aman Abdurrahman bersujud usai mendengar vonis mati majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (ikbal)

Polisi membentuk barikade sesaat setelah terdakwa kasus teroris Aman Abdurrahman bersujud usai mendengar vonis mati majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (ikbal)

JAKARTA – Ada yang berbeda dalam pembacaan vonis terhadap terdakwa Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018). Polisi bersenjata lengkap mambarikade terdakwa kasus terorisme itu.

“Menyatakan terdakwa Aman Abdurrahman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan terorisme,” ujar Ketua Majelis Hakim, Akhmad Jaini, membacakan amar putusannya. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati.”



Pemantauan Poskotanews, sesaat setelah Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaini membacakan vonis Aman terjadi hal tak terduga. Tepat setelah hakim mengucapkan kata mati, Aman bangkit dari kursi. Ia mengngakat tangan kanannya tinggi-tinggi, bergerak memutar ke kiri lalu melakukan sujud syukur menghadap pengunjung sidang.

Gerakan tiba-tiba itu membuat polisi bertindak cepat. Mereka langsung membuat barikade.

Terdakwa Aman Abdurrahman bangkit sambil menaikkan tangan kanannya untuk sujud menghadap pengunjung sidang sesaat setelah hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyebut vonis mati untuknya. (ikbal)

Tiga orang berdiri tepat di samping dan belakang Aman. Sementara belasan lainnya membentuk barikare huruf U mengahadap pandangan pengunjung sidang.

Tempat sidang dengan Aman di tengah menghadap majelis hakim lalu JPU di sisi kiri terdakwa dan kuasa hukum di kanannya, tak terlihat.

(Baca: Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati)

Tak sampai satu menit, hakim minta polisi yang membentuk barikade kembali menepi. Sidang pembacaan vonis pun dilanjutkan sampai selesai.
Saat keluar ruang sidang, Aman juga dikawal ketat polisi bersenjata lengkap.

Dalam sidang itu, Aman dianggap terbukti melakukan tindakan terorisme sebagaimana pasal 14 jo pasal 6 UU 15 Tahun 2008 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. (ikbal/yp)