Sunday, 22 July 2018

Warga Palestina Gunakan Kondom Jadi Senjata Pembakar Wilayah Israel

Jumat, 22 Juni 2018 — 11:46 WIB
Demonstran Palestina tengah menyiapkan kondom-kondom yang diberi gas helium menjadi balon, dan diisi batu bara untuk membakar wilayah Israel. [Times of Israel]

Demonstran Palestina tengah menyiapkan kondom-kondom yang diberi gas helium menjadi balon, dan diisi batu bara untuk membakar wilayah Israel. [Times of Israel]

 PALESTINA – Kondom biasanya digunakan untuk pencegah kehamilan atau mengatur jarak kehamilan. Tapi bagi warga Palestina di jalur Gaza, Kondom bisa menjadi senjata untuk membakar wilayah Israel.

Kekinian, seperti diberitakan The Times of Israel, Rabu (20/6/2018), kondom tersebut digunakan warga untuk membawa bahan bom api melintasi pagar perbatasan sehingga bisa membakar Israel.

 Para demonstran yang mengampanyekan “Great March for Return” yaitu aksi untuk menyudahi pendudukan Israel di Palestina, memasukkan potongan batu bara yang terbakar atau direndam minyak di dalam kondom.

Sebagian besar dari mereka membawa kantong mesh logam berisi sepotong batu bara yang dibakar atau direndam minyak, yang telah memicu ratusan kebakaran di Israel Selatan, menghancurkan ribuan hektar tanah dan menyebabkan jutaan syikal material rusak.

“Kondom-kondom itu terdengar konyol, tapi itulah senjata mematikan yang dimaksudkan untuk membunuh dan menimbulkan kerusakan,” kata juru bicara Israel Defence Force Letkol Jonathan Conricus.

Pada hari yang sama, sekelompok balon kondom berisi batu bara terbakar dan peledak kecil mendarat di jalaman belakang wilayah Eshkol, Israel selatan, dan memicu kebakaran.

“Kondom berpeledak itu mendarat di atas trampolin, arena bermain anak-anak, dan menciptakan kebakaran,” tuturnya.

Tak hanya itu, kata Jonathan, demonstran terkadang membubuhkan tulisan sepeti “I Love You” (aku cinta kamu) “Love for you” (cinta untuk mu) di balon kondom berpeledak tersebut.

“Ada pula yang bertuliskan kata bahasa Arab ‘habibie’ atau kekasihku,” tukasnya.

 The Times of Israel menyebut, para demonstran Gaza tampaknya mendapatkan kondom-kondom tersebut dari organisasi lokal atau melalui program internasional.

Militer Israel telah menggunakan pesawat nirawak untuk memantau setiap balon-balon kondom berpeledak tersebut agar tak menyebabkan kebakaran maupun korban jiwa. Tapi, setiap hari, ada saja balon kondom berpeledak yang lolos.

Sementara Kementerian Pertahanan Israel juga mengancam akan membatasi pasokan helium ke Jalur Gaza, yang seharusnya digunakan untuk membantu menjalankan mesin magnetic resonance imaging (MRI).(Tri)