Tuesday, 16 October 2018

Cuaca Buruk Hambat Pencarian Kapal Tenggelam di Danau Toba

Senin, 25 Juni 2018 — 19:32 WIB
Petugas terus mencari korban kapal tenggelam (reuters)

Petugas terus mencari korban kapal tenggelam (reuters)

MEDAN – Tim pencarian korban kapal tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara, telah melakukan penyisiran di lokasi yang terindikasi posisi bangkai kapal KM Sinar Bangun. Tim telah melakukan penyisiran sejak pukul 07.00 Wib, Senin (25/6). Namun, sekitar pukul 15.00 Wib, tim pencari kembali ke darat. Demikian dikatakan Deputi Operasi Basarnas, Brigjen Budi Nugroho.

“Cuaca buruk seperti angin kencang, hujan dan ombak besar menghambat proses pencarian,”kata Budi.

Ia menjelaskan indikasi penemuan bangkai kapal itu masih sama yakni di dua titik yang dicurigai.

“Bentuk tinggi lima meter panjang 20 meter. Masih sama seperti kemarin. Dua titik itu masih kita yakini lagi. Tadi pagi sudah kita yakini. Masih ada seperti itu. Kita belum bisa maksimal hari ini,”jelasnya.

Saat disinggung apakah malam hari dapat melakukan pencarian, Brigjen Budi Nugroho memastikan akan melakukan pencarian. Namun, masih melihat kondisi cuaca.

“Kalau cuaca bagus malam bisa. Kita all out, Semua yg kita milik kita kerahkan. Multibeam kita bisa kerja malam. Karena cuaca tak baik makanya kita istirahaat dulu,”ujarnya.

Sementar tentang pantauan dari Helikopter, Budi Nugroho menjelaskan belum ada tanda-tanda bamgkai kapal atau pun mayat korban KM Sinar Bangun.

Diketahui, Basarnas telah bekerja bersama dengan warga untuk melakukan pencarian.

“Dari heli sudah kita laksanakan tadi, tapi belum ada tanda-tanda. Banyak masyarakat yang terlibat. Termasuk kapal-kapal di samosir untuk membantu kita,”pungkasnya. (samosir/b)