Friday, 21 September 2018

Sambut Asian Games, Kapolda Minta Jakarta Bebas Jambret dan Begal

Jumat, 29 Juni 2018 — 18:48 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Guna mensukseskan Asian Games 2018, Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis menegaskan, Jakarta dan wilayah hukum Polda Metro Jaya harus bebas dari jambret dan begal. Ia meminta para Kapolres di wilayahnya melakukan operasi begal dan jambret demi kelancaran pesta olahraga se-Asia, Agustus mendatang.

“Kami perintahkan Kapolres untuk memberantas begal dan jambret. Operasi harus dilakukan demi menciptakan suasana aman dan nyaman saat pelaksanaan,” kata Idham, di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

(BacaJelang Asian Games, JK dan Anies Baswedan Jajal Perlintasan Sepeda)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menambahkan, pola operasi akan sepenuhnya milik Polres. Termasuk penyisiran jalanan Jakarta, Bekasi, hingga Tangerang.

Jambret Dirjen Kemen PUPR

Argo pun menyebutkan, Kapolda mengapresiasi jajaran Polres Jakarta Barat karena berhasil mengungkap kasus penjambretan yang menimpa Dirjen Bina Kontruksi Kementrian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syarief Burhanuddin.

“Selain diungkapkan dalam waktu cepat dengan bukti minim. Kasus ini juga membuka tabir pergerakan begal di Jakarta. Kapolda mengapresiasi betul kasus ini,” ujar Argo.

(BacaPolisi Tembak Mati 1 Penjambret Dirjen Bina Kontruksi PUPR)

Dalam kasus penjambretan itu, lanjut Argo, polisi dipimpin Kanit Krimum Polres Jakarta Barat, AKP Rulian Syauri terpaksa menembak mati FY saat digrebek di Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (29/6/2018) pagi. Ia tewas setelah dua timah panas polisi menembus dadanya. Sementara rekannya, AA, menyerah usai kaki kanan tertembus timah panas. (ilham/ys)