Saturday, 17 November 2018

Truk Barang Dilarang Lewat Tol Dalam Kota

Sabtu, 30 Juni 2018 — 1:50 WIB
tol dalam kota2

JAKARTA – Mulai akhir Juli 2018, pemerintah melarang truk barang melintas di tol dalam kota. “Benar ada larangan tersebut selama berlangsung kegiatan Asian Games di Ibukot,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Truk Indonesia (Aptrindo) Gelora Tarigan, Jumat (29/6/2018).

Pihaknya sendiri mengaku sudah dipanggil, bahkan rapat di Polda Metro Jaya membahas larangan angkutan barang golongan 3,4 dan 5 lewat tol dalam kota seperti Cawang, Ancol, Pluit dan Semanggi mulai pukul 06:00-21:00 WIB.

Sedangkan angkutan barang yang mau masuk ke dalam kota harus melalui jalan arteri atau lewat tol, setelah pukul 21.00- 05.00 WIB.

“Jadi larangan tersebut guna menyukseskan Asian Games di ibukota khususnya kelancaran lalulintas,” ucapnya.

Saat ini Aptrindo sedang mensosialisasikan kepada anggota soal kebijakan pemerintah menyangkut operasional angkutan barang, terkait perhelatan Asian Games tersebut.
Ia berharap dalam jangka panjang pemerintah perlu membangun jalan khusus untuk angkutan logistik di daerah kawasan industri dan pergudangan agar kelancaran distribusi tidak terganggu.

“Jalan khusus angkutan barang ini penting agar pada saat musim mudik lebaran, natal mau pun even olahraga, operasional pendistribusian perdagangan dengan angkutan barang tidak terganggu,” ujarnya.

Asian Games 2018 akan berlangsung mulai 18 Agustus sampai 2 September 2018, selain angkutan barang kendaraan pribadi juga terkena peraturan.

Dalam surat pemberitahuan Menhub No UM 007/50/7 Phb 2018 tertanggal 31 Mei 2018 yang ditujukan kepada Menteri PUPR dan Ketua INASGOC disebutkan pengaturan mobil pribadi antara lain dengan mekanisme penerapan skema ganjil genap di pintu tol prioritas pk 06.00 sd pk09.00 (Japek, Jagorawi/ Janger).

Penerapan ganjil/ genap pada jalan arteri pk 06.00 sd 21.00 WIB, penutupan pintu tol prioritas pk 06.00 sd 17.00 ke arah Venue dan pk 12.00 sd pk 21.00 ke arah Wisma Atlet.

Selain itu akan dilakukan buka tutup pintu tol (menyesuaikan perjalanan atlet) serta prioritas lajur khusus bagi angkutan atlet dan angkutan umum (bus besar/sedang) dengan panjang jalan tol yang menjadi jalur mobilitas atlet sepanjang 152 km (2 arah). “Ketentuan ini akan diuji coba awal Juli dan diimplementasikan akhir Juli 2018,” jelasnya. (dwi/bi)