Tuesday, 25 September 2018

Sembilan Hari Hilang di Gua, 12 Remaja Thailand Ditemukan Selamat

Senin, 2 Juli 2018 — 23:53 WIB
Foto di Facebook yang memperlihatkan anak-anak yang sudah dinyatakan selamat.

Foto di Facebook yang memperlihatkan anak-anak yang sudah dinyatakan selamat.

THAILAND- Dua belas remaja dan pelatih sepak bola mereka yang hilang di gua di Thailand selama sembilan hari telah ditemukan dalam keadaan selamat.

“Seluruhnya selamat, tetapi misi ini belum selesai,” kata Gubernur Provinsi Chiang Rai, Narongsak Osottanakorn, setelah pencarian besar-besaran di gua Tham Luang, yang menyita perhatian dunia internasional.

“Misi kita adalah mencari, menyelamatkan dan membawa mereka kembali pulang. Tapi sejauh ini kami baru menemukan mereka. Misi selanjutnya adalah mengeluarkan mereka dari gua dan membawa mereka pulang.

Gubernur mengungkapkan tim SAR akan terus mengeluarkan air yang membanjiri gua, sembari mengirim dokter dan perawat menyelam ke dalam gua untuk memeriksa kesehatan para anak sekolah dan pelatih bola mereka.
“Jika dokter mengatakan kondisi fisik mereka cukup kuat untuk bergerak, mereka akan dibawa keluar dari goa.

“Kami akan memberikan apapun yang kami bisa sampai mereka bisa kembali sehat dan bersekolah.”

Siapa yang terkerangkap di gua itu?

Para remaja berusia 11 hingga 16 tahun itu, beserta pelatih sepak bola mereka melakukan penjelajahan ke gua-gua Tham Luang, Sabtu (30/06) pekan lalu.

Namun, penjelajahan berujung kabar yang menyita perhatian dunia, ketika hujan deras yang mengguyur, membanjiri gua yang dipenuhi berbagai terowongan sempit itu. Mereka terperangkap dan dinyatakan hilang.

Panjang gua di provinsi Chiang Rai mencapai berkilometer ke bawah tanah.
Pencarian pun digencarkan.

Selain mengerahkan satuan elite Navy Seals Thailand, satu tim penyelam internasional juga membantu upaya penyelamatan. Namun mereka semua menghadapi kondisi yang sulit di bawah tana

Dua belas anak yang terperangkap di gua itu adalah anggota klub bola Moo Pa atau Celeng Liar.

-. Asisten pelatih, Ekkapol Janthawong, yang berusia 25 tahun sesekali membawa mereka melakukan perjalanan, termasuk menjelajah gua seperti ini dua tahun lalu.

-. Anggota termuda adalah ‘Titan’ Wibrunrungrueang yang berusia 11 tahun dan sudah mulai main bola sejak berusia tujuh tahun.

-. Duangpet ‘Dom’ Promtep, 13 tahun, adalah kapten klub dan disebut sebagai motivator kelompok.

-. Pelatih kepala, Nopparat Kantawong, tidak bergabung dengan penjelajahan gua kali ini dan mengatakan anak-anak itu -yang bermimpi bisa menjadi pemain sepak bola profesional- akan tetap bersatu.

“Saya yakin mereka tidak akan mengabaikan satu sama lain,” katanya kepada media. “Mereka akan saling memperhatikan.”

Apa saja yang dilakukan?

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan para korban adalah menurunkan permukaan air di dalam gua. Meskipun begitu kemajuannya amat pelan.

Pompa air menghisap 10.000 liter air dari dalam gua setiap jam, tetapi beberapa bagian tetap banjir.

Sementara itu, daya pandang nyaris nihil di area itu sehingga membuat para penyelam tidak bisa bergerak banyak.

Gubernur provinsi setempat, Narongsak Osottanakorn, mengatakan kepada para wartawan bahwa dibutuhkan waktu delapan jam bagi tim penyelamat hanya untuk bergerak maju sejauh 600 meter.

Para ahli kesehatan mengatakan keselamatan para korban yang terperengkap tergantung pada ketersediaan air bersih dan bisa bertahan selama delapan hari walau tanpa makanan.

Meski begitu, Dr Somsak Akkasilp, Direktur Departemen Layanan Medis, mengatakan para korban menghadapi risiko infeksi dari air kotor maupun kontak fisik dengan sejumlah binatang di dalam gua.

Suhu di dalam gua sendiri diperkirakan berkisar antara 20 hingga 25 derajat celcius dan batu kapur yang berpori-pori membuat oksigen cukup mengalir di dalam gua yang dikenal mengandung kantung-kantung air dengan CO2. (BBC)