Sunday, 15 September 2019

Ini Peran Pentolan Penjambret Tenda Orange yang Masih Diburu Polisi

Selasa, 3 Juli 2018 — 12:04 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu (kanan) bersama Kapolres Metro Jakarta Barat AKBP Hengki Haryadi.(ikbal)

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu (kanan) bersama Kapolres Metro Jakarta Barat AKBP Hengki Haryadi.(ikbal)

JAKARTA –  Polisi masih memburu pentolan kelompok Tenda Orange yang semakin meresahkan masyarakat. Kelompok Tenda Orange merupakan komplotan spesialis penjambretan yang beroperasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Pemimpin Tenda Orange yang berinisial M tersebut memiliki peran sentral di kelompoknya. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu mengatakan kelompok yang bermarkas di Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara itu selalu menyetor hasil kejahatannya kepada M.

“Hasil kejahatan nanti dikumpulin ditaksir harganya oleh M. Jadi M ini yang menentukan harganya berapa, kemudian dibayar,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (3/6/2018).

Edi menambahkan selain memburu M, polisi juga tengah menyelidiki peredaran barang-barang hasil kejahatan kelompok Tenda Orange.
“Ini masih kita selidiki,” imbuhnya.

Pengungkapan komplotan Tenda Orang berawal dari pengejaran terhadap pelaku penjambretan terhadap Dirjen Bina Kontruksi PUPR Syarief Burhanuddin saat bersepeda, Minggu (24/6/2018).

Syarief harus dilarikan ke rumah sakit karena terjatuh dari sepedanya saat kejadian. Polisi menangkap dua orang yakni A dan FY. FY terpaksa ditembak polisi karena melawan saat menangkap sehingga tewas.

Anggota Tenda Orange kembali diringkus jajaran Polres Metro Jakarta Barat, Minggu (1/7/2018) malam. Polsek Taman Sari berhasil menangkap empat orang tersangka penjambretan terhadap perempuan CF yang terjadi pada di Mangga Besar, Jakarta Barat pada Selasa (26/6/2018) lalu.

MRT, AS, DT, RB berhasil ditangkap di Jalan Moa, Teluk Gong, Jakarta Utara, Minggu (1/6/2018) malam. Satu tersangka RB ditembak mati karena berusaha melakukan perlawanan dengan mencoba merebut senjata polisi. (ikbal/tri)