Wednesday, 14 November 2018

Jijik Gaya Bercinta Istri, Menikah Sebulan Bubar

Selasa, 3 Juli 2018 — 6:50 WIB
saya nyerah

ROCKI GARENG  50, memang lelaki lugu. Menikah lagi setelah menduda 5 tahunan, justru kaget karena Santi, 47, di ranjang terlalu agresif bahkan terkesan menjijikkan. Tak biasa dengan gaya bercinta istri barunya, meski perkawinan baru sebulan lamanya, memilih bubar. “Mulut ya buat makan dan ngomong,” kata Rocki Gareng lugu.

Hidup yang sederhana, apa adanya, kadang sulit menerima atau beradaptasi dengan perubahan. Dia kaget, betapa kehidupan itu sudah demikian berubah, ketimbang yang dijalani selama ini. Bahwa perubahan itu bisa menjadikan hidup nyaman, orang yang sederhana cenderung kolot, lebih memilih dengan gaya lamanya meski dibilang ndesit.

Rocki Gareng warga Ketintang, Surabaya, sejak kecil memang hidup dalam keluarga sederhana yang bermartabat. Saat sekolah dari SD sampai kuliah, dia terkesan menjadi anak mama. Dia nyaris tak pernah kelayapan sebagaimana lazimnya anak muda. Pendek kata, habis mandi Rocki Gareng terus mandi, tidak lupa menggosok gigi. Habis mandi kutolong ibu, membersihkan tempat tidurku.

Awalnya Rocki anak bandel, sampai kemudian terjadi kecelakaan gara-gara kebengalannya itu. Kakinya pun kemudian agak pincang, sehingga teman-temannya menyebut sebagai Rocki Gareng. Tapi sejak itu Rocki mendadak berubah. Apa kata mama dituruti benar ketimbang nanti kakinya cacat lagi.

Sebagai anak patuh orangtua, kehidupan Rocki lumayan mapan. Tapi sayang, dalam urusan rumahtangga kurang beruntung. Istrinya meninggal muda, sehingga sejak 5 tahun lalu Rocki Gareng menyandang status duda. Dia sudah mencoba mencari istri pengganti, tapi belum juga dapat.

Sekali waktu cintanya nyangkut pada Santi, janda muda dari kota yang sama. Kenal beberapa bulan keduanya bersepakat membangun koalisi kenikmatan alias membentuk rumahtangga baru. “Pokoknya tahun 2018 harus ganti status,” kata Rocki Gareng menyemangati diri sendiri.

Sejak ada istri baru, malam hari Rocki tak lagi kesepian dan kedinginan. Sudah ada selimut hidup yang siap melayani segalanya. Tapi karena usia istri nyaris kepala 5, Santi tak menjamin bisa bisa punya anak lagi. Bagi Rocki Gareng itu nggak masalah. Tak bisa manak (melahirkan) ora papa, yang penting manuk (burung) terjamin.

Dan Santi memang bisa melayani sepuasnya. Seperti makan obat laiknya, dia siap melayani suami 7 kali seminggu sesendok makan. Karena usia belum oversek (lebih 50 tahun), Rocki oka-oke saja, karena memang masih rosa-rosa macam Mbah Marijan.

Tapi makin ke sini, gaya permainan ranjang istrinya makin aneh-aneh saja. Yang bikin Rocki merinding sekaligus jijik, Santi minta oral seks. Sebagai anak mama, tentu saja dia kaget, sebab dalam keluarganya, bahkan buku-buku agama yang dibacanya, tak pernah mengajarkan hal-hal semacam itu.

Karena Santi terus mendesak seks paradigma baru, Rocki Gareng jadi risih dan jijik. Argumentasinya, mulut kan tugasnya untuk ngomong dan makan, kok ini dipakai untuk hal-hal yang tidak profesional. Ketimbang jijik dan dosa, Rocki sewa pengacara untuk mengerus perceriannya, meski pernikahan baru sebulan.

Anak mama, pukul 20.00 pasti sudah disuruh cuci kaki dan tidur. (JPNN/Gunarso TS)