Thursday, 20 September 2018

Mantan PM Malaysia, Najib Razak, Ditangkap

Selasa, 3 Juli 2018 — 21:03 WIB
Mantan PM Najib Razak

Mantan PM Najib Razak

MALAYSIA– Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak ditahan oleh badan antikorupsi terkait dugaan korupsi lembaga investasi negara, 1MDB.

Najib, dituduh terlibat dalam dugaan korupsi hampir Rp64 triliun dan akan dikenakan dakwaan Rabu (04/07) pagi di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.

Najib kalah dalam pemilihan umum bulan Mei lalu setelah partai koalisi oposisi menang dan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad kembali berkuasa

Menurut pernyataan gugus tugas 1MDB yang dibentuk PM Mahathir Mohamad, Najib ditahan pada pukul 14:35 waktu setempat (13:35 WIB) di kediamannya terkait dengan masalah SRC, cabang 1MDB.

Badan anti-korupsi Malaysia melakukan penyitaan dalam beberapa minggu terakhir ini di sejumlah properti yang dikaitkan dengan Najib.

Penyelidik telah menyita sejumlah barang mewah bernilai lebih dari Rp3,8 triliun di rumahnya. Termasuk di antaranya adalah lebih dari 12.000 perhiasan milik istrinya, Rosmah Mansor.

“Keluarga Najib Razak tetap mempertahankan bahwa penyitaan oleh polisi adalah sebagian besar pemberian dari teman, tamu asing, termasuk tamu kerajaan kunjungan resmi serta juga acara keluarga seperti pesta ulang tahun, peringatan, pernikahan dan pertunangan,” kata Najib melalui Facebook dan Twitter.

Sebelumnya pada hari Selasa (03/07) penyelidik menanyai produser film Hollywood, Riza Aziz, anak laki-laki tiri Najib, yang membuat film “Wolf of Wall Street” yang sempat dicalonkan mendapatkan penghargaan Oscar.

Riza tiba di kantor MACC didampingi pengacaranya, K. Kumaraendran. Sejumlah laporan media menyebutkan perusahaan yang berkantor di Amerika Serikat, Red Granite, terkait dengan dana yang diselewengkan dari 1MDB.
Riza telah menyangkal tuduhan Kementerian Kehakiman AS terkait dengan penerimaan dana tersebut.

Istri Najib, Rosmah Mansor juga telah diperiksa komisi anti korupsi Malaysia.
Skandal korupsi

Najib sendiri berulang kali menyanggah turuhan korupsi dan dinyatakan bersih oleh pihak berwenang Malaysia saat ia masih berkuasa.

Namun Najib juga tengah diperiksan oleh sejumlah negara. Ia juga dilarang meninggalkan Malaysia.

1MDB dibentuk Najib pada 2009 dan ditujukan untuk menjadikan Kuala Lumpur sebagai salah satu pusat finansial untuk meningkatkan investasi pemerintah.

Namun badan ini mulai menarik perhatian negatif pada awal 2015 setelah tak bisa membayar sekitar US$ miliar yang utang ke bank dan instansi lain.

Wall Street Journal kemudian melaporkan bahwa media itu melihat dokumen yang melacak aliran dana US$700 juta ke rekening pribadi Najib.

Najib tetap menyanggah menyalahgunakan dana 1MDB atau dana publik lainnya.(BBC)