Thursday, 20 September 2018

Wacana JK-AHY di Pilpres 2019 Jangan Ditanggapi Serius

Selasa, 3 Juli 2018 — 20:31 WIB
sby-ahy

JAKARTA – Wacana pengajuan Jusuf Kalla (JK)-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 agar tidak ditanggapi serius, dan itu bercandaan saja.

Sebab sampai sekarang Partai Demokrat belum memutuskan nama colon presiden/calon wakil presiden. Demikian disampaikan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok di Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Mubarok menjelaskan tidak hanya Demokrat saja yang belum memutuskan pasangan capres/cawapres, juga partai lain yang sudah memiliki capres tapi kebingungan untuk menentukan cawapres.

“Seperti Pak Jokowi yang belum menentukan cawapres sampai sekarang, karena tarik menariknya cukup kuat dalam koalisi partai politik pendukungnya,” terang Mubarok.

Menurut Mubarok, ada nama Mahfud MD yang akan mendampingi Jokowi, tapi ini pasti akan mendapatkan pertentangan dari Partai Golkar karena partai itu menghendaki kursi cawapres untuk mereka.

Namun demikian, menurut Mubarok, munculnya wacana JK – AHY menandakan, bahwa Demokrat tetap menghendaki ada tiga pasangan capres/cawapres di Pilpres 2019.

Seperti diketahui, muncul kabar Partai Demokrat sedang menggodok duet JK-AHY untuk Pilpres 2019. Meski demikian, Demokrat menyebut mereka masih membuka opsi berkoalisi dengan partai-partai lain.

“Sikap Demokrat saat ini masih terbuka untuk semua opsi. Kami menjalin komunikasi dengan semua pihak. Dengan Gerindra, PAN, PKB dan yang lain kami komunikasi,” ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean. Ferdinand mengatakan, duet JK-AHY merupakan keinginan kader partai. (Johara/b)