Monday, 23 July 2018

Operasi Kewilayahan Berantas Kejahatan Jalanan

Rabu, 4 Juli 2018 — 5:25 WIB

Warsilah, korban meninggal dunia akibat dijambret di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat sedang menjadi perbincangan publik. Duka  warga kepada keluarga korban tak terbendung, mengingat perempuan lajang berusia 28 tahun ini bulan depan, akan menikah.

Undangan sudah dicetak, hari pernikahan dipilih pada tanggal 18-8-2018, bersamaaan dengan momen digelarnya pesta olahraga se Asia (Asian Games). Di balik rasa duka, muncul kegeraman masyarakat atas aksi begal, jambret yang kian sadis. Aksi penjambretan pada Minggu (1/7) pagi itu terekam CCTV hingga beredar begitu cepat dan meluas.

Saat itu, gadis asal Purwodadi, Jawa Tengah,  yang tinggal di Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jaktim, sedang naik ojek online (Ojol) ketika tasnya dijambret dua penjahat yang berboncengan sepeda motor. Korban terhempas ke jalan hingga akhirnya meninggal dunia.

Peristiwa penjembretan yang menyebabkan korban meninggal dunia, sebenarnya bukan baru pertama kali terjadi. Kasus kejahatan konvensional seperti jambret, copet dan perampokan ikut mewarnai kehidupan di kota – kota besar di Indonesia, termasuk di Jakarta.
Meski begitu, bukan berarti kita lantas membiarkan. Peluang terjadinya tindak kriminal harus kita tutup rapat.

Peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah niat orang berbuat jahat, setidaknya menjaga dirinya sendiri agar tidak menjadi incaran penjahat, kapan pun dan di mana pun berada.

Bagi jajaran Polri tentu saja kasus ini akan menjadi perhatian khusus. Sebab, sekecil apa pun tindak kejahatan harus dimusnahkan, jika tidak bisa makin meluas.

Sangatlah tepat, jika kemudian Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis  menginstruksikan jajarannya segera menggelar operasi kewilayahan di semua Polres dan Polsek.

Ini bukan semata merespons kasus penjambretan, tetapi mencegah semua jenis kejahatan untuk memberi rasa aman dan nyaman warga masyarakat. Operasi kewilayahan, termasuk di dalamnya memberantas kejahatan jalanan, menjadi lebih penting sebagai bagian dari pengamanan pelaksanaan Asian Games di Jakarta dan Palembang, mulai bulan depan.

Situasi Kamtibmas yang terjaga dengan baik, lebih kondusif di Jakarta dan sekitarnya menjadi cerminan negeri kita di mata dunia. Ini menjadi tugas kita bersama, seluruh elemen masyarakat. Tidak saja aparat keamanan, TNI dan Polri, juga warga masyarakat. (*).