Monday, 23 July 2018

Pasca Revitalisasi Kali Besar, Kali Lain Menunggu

Kamis, 5 Juli 2018 — 5:48 WIB

KEREN. Kata ini pas untuk menyebut kawasan Kali Besar, Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, sekarang ini. Pasca direvitalisasi, kawasan itu tidak amburadul lagi tapi indah dan cantik.

Bila berkunjung ke kawasan Kali Besar terasa seperti di kota-kota maju di luar negeri. Maklum penataan kawasan ini terinspirasi Pemerintah Seoul, Korea Selatan yang mempercantik Sungai Cheonggyecheon.

Sehari-dua hari ini,  Pemprov DKI Jakarta akan membuka pagar seng yang menutup sekeliling Kali Besar itu. Langkah ini bagian finishing proyek yang dikerjakan sejak tahun 2016 tersebut, dan tentunya memberikan keleluasaan warga menikmati indah dan cantiknya kawasan Kali Besar.

Meski airnya terlihat belum jernih  tapi hasil revitalisasi,  kawasan Kali Besar tetap membanggakan. Publik yang sebelumnya terkesan sudah hopeless terhadap  kondisi kali-kali di Jakarta kini bergairah lagi.

Publikpun berharap Pemprov DKI Jakarta segera merevitalisasi kali-kali lain yang ada di Jakarta. Berdasarkan pantauan, sebagian besar kali di ibukota kondisinya memprihatinkan.

Sesuai dengan data, Jakarta  dilintasi 13 sungai dan 29 kali. Tiga belas sungai itu,  Mookervart, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Baru Barat, Ciliwung, Baru Timur, Cipinang, Buaran, Sunter, Cakung, dan  Jatikramat.

Adapun 29 kali yakni  Kreo,  Meruya, Ulujami, Tanjungan, Kamal, Sekretaris, Ciragil, Mampang, Cideng, Pasar Minggu,  Kali Bata, Bukit Duri, Surabaya, Gresik, Muara Angke, Besar, Cibubur , Pakin, Kali Mati, Muara Karang,  Utan Kayu, Pademangan Barat, Pademangan Timur, Lagoa, Koja, Pinang,  Cakung Lama,  Petukangan dan Sentiong.

Kondisi kali memprihatinkan, misalnya Kali Sentiong.  Kali yang berada di tengah-tengah jalan wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat dan menghubungkan Sunter, Jakarta Utara, adalah salah satu potret buruknya kali yang ada di Jakarta.

Selain airnya kotor, juga bau. Padahal, keberadaan kali itu berdekatan dengan wisma atlet tempat atlet peserta Asian Games 2018 menginap.  Agar tidak malu dengan tamu mancanegara saat pesta olahraga digelar, sebaiknya Pemprov DKI Jakarta perlu menyulap Kali Sentiong menjadi kali yang layak.

Bukan kali  itu saja yang perlu direvitalisasi. Kali yang berada di tengah Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat dan Jalan Haya Wuruk, Jakarta Pusat, juga perlu disentuh. Bila kali ini direvitalisasi seperti halnya Kali Besar, tidak mustahil kawasan Gajah Mada – Hayam Wuruk  bisa menyedot turis baik itu domestik maupun mancangera untuk berkunjung ke Jakarta karena lokasinya di jantung kota.

Pasca merevitalisasi kawasan Kali Besar, kini publik menunggu gebrakan Pemprov DKI Jakarta lagi. Yang jelas sungai, kali, waduk, dan situ yang ada di Ibukota bila ditata, kelak Jakarta tidak akan kalah indang dan cantik dengan kota-kota maju di dunia. @*