Wednesday, 14 November 2018

Dilirik Jadi Cawapres Prabowo, Sandiaga Uno Tersanjung

Sabtu, 7 Juli 2018 — 13:17 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno. (yendhi)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno. (yendhi)

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno mengaku tersanjung ketika namanya turut dilirik oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai bakal calon wakil presiden.
Sandiaga pun tidak mau terlalu berbangga hati dan tidak ambil pusing, dia sebut Prabowo semata-mata hanya ingin membuatnya merasa senang dan bukan sesuatu yang serius. Pemilihan dirinya sebagai cawapres, lanjut Sandiaga, tidaklah tepat. Pasalnya, dia dan Prabowo sama-sama politikus dari Partai Gerindra sehingga tidak mungkin partai koalisi akan memilihnya, sedangkan mereka juga memiliki calon tersendiri untuk dampingi Prabowo.
“Saya rasa pak Prabowo hanya nyeneng-nyenengin saya, janganlah, kita tahu sendiri, saya Gerindra pak Prabowo Gerindra pasti mitra koalisi punya pandangan sendiri,” kata Sandiaga di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (7/7/2018).
“Tapi tentunya saya terima kasih sekali, walaupun saya tersanjung tapi saya sadar wisata sadar diri nggak mungkin lah gitu. Allah pasti mempunyai jalan terbaik bagi pak Prabowo untuk mencari mitra koalisi yang cocok,” lanjut dia.
Kendati demikian, meski tidak menyatakan secara langsung Sandiaga terlihat tidak menolak jika ada tawaran tersebut. Yang menjadi kendala adalah, pihak partai koalisi yang akan keberatan jika dua pasangan capres dan cawapres datang dari partai yang sama yakni Gerindra.
“Saya melihat bahwa apa yang diinginkan oleh mitra koalisi itu adalah keseimbangan dan saya lihat bahwa yang lain punya banyak mempunyai kapasitas, integritas dan kapabilitas juga.  Dan saya ingin mendahulukan yang ada, tentunya dari mitra koalisi yang lain,” ujar Sandiaga.
Sebagai Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga hanya ditugaskan oleh Prabowo untuk menjalin hubungan dengan partai koalisi dan menangkap aspirasi dari masyarakat. Dia pastikan tidak akan meninggalkan Jakarta.
“Saya sih nggak ada (meninggalkan Jakarta), dalam artian saya tugasnya hanya membangun mitra koalisi menangkap aspirasi masyarakat dan itu hanya 4 minggu lagi, mudah-mudahan bisa selesai dan menghadirkan sebuah kombinasi pasangan yang sesuai aspirasi masyarakat,” pungkas dia. (yendhi/mb)