Wednesday, 14 November 2018

“Studi Banding” Dalam Kamar Oknum DPRD Kabur ke Sawah

Minggu, 8 Juli 2018 — 5:31 WIB
dprdd

INI kisah memalukan oknum DPRD Nganjuk (Jatim). Antono, 40, dari fraksi Gerindra dikejar-kejar ke sawah, gara-gara “studi banding” ke kamar Ny. Dewi, 35, bidan puskesmas nan cantik.
Saking emosinya, suami Dewi sampai ngaplok muka Antono pakai sendal jepit. Bisa di PAW dia! Wakil rakyat yang berubah jadi wakil setan semakin banyak. Ada yang dengan cara mengganggu uang negara (korupsi) ada pula yang mengganggu bini orang. Harta dan wanita memang sama-sama mengasyikkan, sehingga anggota dewan bisa jadi kesetanan. Tapi wakil rakyat yang kadung jadi wakil setan ini biasanya disebut oknum. Sebab jika anggota DPRD yang betul-betul mewakili rakyat, takkan mengumbar syahwat demi koalisi kenikmatan.

Kabupaten Nganjuk rupanya sedang kena musibah beruntun. Oktober tahun lalu, bupatinya, Taufikurahman, terkena OTT KPK. Kok sekarang anggota DPRD-nya –yang terpaksa disebut oknum– terkena OTT urusan esek-esek. Yang menangkap Agus, 40, suami Dewi sendiri, bidan puskesmas. Rupanya Antono yang belakangnya bertitel Sag ini sedang “studi banding” di kamar Ny. Dewi. Tentu saja suaminya jadi emosi.

Antono yang mewakili Partai Gerindra, kenal dengan bidan Dewi sejak setahun lalu. Awalnya ketemu karena masalah kedinasan. Melihat kecantikan Bu Bidan yang bertugas di Puskesmas Ngluyu ini, oknum DPRD tersebut langsung klayu (baca: kecantol). Padahal tahu bahwa bidan ini sudah punya suami dan anak.

Tapi sebagai politisi, Antono memang ahli melobi. Padahal dalam politik, semua kemungkinan bisa terjadi. Yang tadinya tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin. Misalnya saja untuk menjadi Capres maupun Cawapres, jaman Orba mesti orang yang sudah banyak berjasa buat negara. Tapi sekarang, pensiunan mayor pun bisa saja diusung jadi Capres maupun Cawapres, karena jaminannya nama besar bapaknya.

Nah, Antono Sag membacanya seperti itu. Meski ada suami, jika sononya mau, kenapa tidak? Yang penting ada koalisi yang setara, saling terima untung, barulah kemudian masuk sarung. Apalagi Antono yakin seyakin-yakinnya, posisinya sebagai anggota DPRD pasti sangat menjual.

Dan ternyata benar, Dewi merupakan sosok wanita yang mudah dilobi. Mungkin juga lewat pendekatan money politik (keuangan), sehingga akhirnya Bu Bidan yang sekel nan cemekel itu siap dicekel-cekel (dipegang) oknum DPRD ini. Antono pun lalu melakukan “studi banding” bersama Dewi, maksudnya membanding-bandingkan, asyik mana istri di rumah dengan istri orang.

Isyu perselingkuhan Antono – Dewi sudah lama didengar oleh Agus suami Dewi. Tapi dia tak pernah punya dua alat bukti yang cukup sehingga agak susah juga melakukan OTT. Akhirnya dia hanya berprinsip seperti lazimnya orang Jawa, sapa salah bakal seleh, Gusti Allah ora sare. Maksudnya, siapapun yang bersalah akan ketahuan, karena Tuhan tak pernah tidur.

Nah, di sinilah kecerobohan Antono. Mentang-mentang sudah sering mengajak kencan Dewi, di rumah Agus sendiri dia berani ber “studi banding”. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, baru saja selesai melepas syahwat, kok dengar sepeda motor suami Dewi masuk halaman rumah. Maka dia segera bergegas keluar, sampai lupa pakai sepatu dan motornya.

Tentu saja kaget, karena yang baru saja masuk ke kamar pribadinya tersebut adalah Antono yang selama ini diisyukan dekat dengan istrinya. Oknum DPRD yang kabur ke sawah itu langsung dikejarnya. Warga ikut pula membantunya. Tak peduli harus nyublek-nyublek (terjun ke lumpur).

Setibanya di rumah Antono jadi bulan-bulanan Agus. Berulang kali mukanya dikaplok sandal jepit , saking mangkelnya. Untung polisi segera datang, sehingga persoalan ini ditangani Polres Nganjuk. Agus bertekad akan melaporkan oknum DPRD ini ke MKD (Majelis Kehormatan Dewan), agar Antono segera diproses dan ditindak.

Bakal kena PAW nih, tapi penggantinya hanya menjabat setahun. (ON/Gunarso TS)