Thursday, 20 September 2018

Kecewa Urung jadi Seniman Rumah Orang yang Dibakar

Senin, 9 Juli 2018 — 7:16 WIB
bakar

ANEH sekali kelakuan Midun, 35, dari Pekanbaru (Riau) ini. Istri teman sendiri kok ditaksir, itu kan sama saja jadi seniman alias seneng istri teman. Sudah banyak kasih uang kok cintanya tak bersambut, Midun pun jadi kalap. Rumah pasangan suami istri Hanip – Surtina pun dibakarnya. Tentu saja Midun jadi urusan polisi.

Cinta itu buta, begitu kata orang bijak. Kalau dipikir-pikir seperti Basuki almarhum, rasanya kok bener juga. Sebab karena cinta, seseorang bisa lupa pada teman sendiri. Maksudnya, banyak perempuan lain, tapi kenapa masih naksir bini orang?

Padahal di Indonesia ini jumlah perempuan lebih banyak ketimbang lelaki. Karenanya tak perlu pesimis, gagal memiliki si A, masih ada si B sampai Z. Pendek kata stok perempuan sampai Lebaran masih aman!

Tapi Midun warga kota Pekanbaru, sepertinya sudah begitu sempit dunianya. Perempuan lain masih ombyokan, dia justru ngincer Surtina, 30, warga Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki. Padahal, perempuan itu sudah lama jadi bini Hanip sahabat Midun sendiri. Ini kan sama saja mau jadi seniman alias senang istri teman.

Jadi seniman jika tak pernah pameran, ya begitu itu. Dia mendekati Surtina dengan cara yang lugu dan klasik, lewat bantuan ekonomi tidak mengikat. Asal Surtina butuh duit langsung saja dikasih. Ketika bini Hanip itu bilang uang akan dikembalikan bulan depan, jawab Midun. “Nggak usah dipikirin, aku ngasih kamu dengan ikhlas kok.”

Kebetulan ekonomi pasangan Hanip-Surtina sedang tidak menggembirakan, sehingga Surtina diam-diam ketagihan pinjam pada Midun. Pertimbangan Surtina, pinjam sampai berapapun takkan digunakan oposisi untuk menembak dirinya, karena Surtina memang tidak pernah mau Nyapres.

Midun selalu memberinya permintaan Surtina. Dia memberinya dengan senang, karena ada harapan lain yang sama sekali tak disadari oleh pihak penerima. Tapi belakangan bini Hanip ini jadi kaget, karena ujung-ujungnya Midun ngajak kencan bak suami istri. Ya jelas Surtina tidak mau, dengan kata-kata “Apakah kamu mau mengkhianati persabatan ini?”

Tapi Midun menilai nggak masalah, wong persahabatan dibarter dengan sebuah kenikmatan. O, nekat betul orang ini. Maka sejak itu Surtina mencoba menjauhi Midun yang sekarang dianggapnya bak buaya, sewaktu-waktu bisa menerkam dirinya. Dan kini Surtina tak lagi suka pinjam uang pada Midun.

Midun kecewa sekali dijauhi Surtina, karena berarti gagal jadi seniman. Putus asa cintanya kandas di karang, dia mulai kelihatan aslinya. Semua pemberian tempo hari kini dinilai sebagai utang. Karena memang sering, jumlahnya menjadi puluhan juta. Tentu saja Surtina tak mampu bayar. Marahlah Midun.

Beberapa hari lalu dia mendatangi rumah Hanip sambil bawa bensin dalam botol air mineral. Tahu-tahu dinding kamar tamu disiram bensin dan dilempar geretan. Kontan saja terjadi kebakaran. Midun yang kabur berhasil ditangkap beberapa hari kemudian. Hanip tentu saja kaget, sebab kata politi pembakaran rumah itu gara-gara utang dan cinta yang tidak terbalas.

Tenang Nip, asetmu masih bisa diselamatkan. (JPNN/Gunarso TS)