Monday, 16 July 2018

Nonton Bola Saja, Asyik!

Senin, 9 Juli 2018 — 6:45 WIB
pilkada

SETELAH pencoblosan Pilkada. Ada yang menang, dan kalah. Ya, seperti pertandingan. Sepak bola misalnya, kalau kesebelasannya menang akan dirayakan penonton di lapangan itu juga. Pemain, biasanya berlari-lari sambil melakukan berbagai aksi atau seleberasi.

Bagi yang kalah, biasanya bersimpuh sambil menekuk wajah, sedih, menangis atau apa sajalah. Hal yang sama juga dilakukan para pendukungnya di lapangan. Dari anak-anak sampai dewasa, lelaki dan perempuan bersedih karena jagoannya tersingkir.

Itulah suasana dramatis yang bisa terjadi di lapangan, bahkan di tempat nonton bareng. Sikap mereka itu bisa dianggap wajar-wajar saja. Senang, sedih itu hal yang biasa bagi perasaan semua orang.

Nah, perasaan yang demikian itu juga bisa terjadi pada para peserta Pilkada yang baru saja dilaksanakan di negri tercinta ini. Yang menang berbunga-bunga, sementara yang kalah bersedih.

Repotnya dalam pesta demokrasi ini, kadang masalahnya berkepanjangan. Yang kalah, masih saja ngotot merasa menang. Menyalahkan panitia atau siapa sajalah yang bisa jadi sasaran kemarahan. Lihat tuh, mereka masih ribut.

Hemm, kasihan rakyat,ya? Mereka kan juga sudah menunggu pejabat baru di wilayah mereka. Kok, masih pada bikin gaduh?

Ya, dari pada nonton para politikus berkelahi, enak nonton bola, aja deh. Gol, gol, gol! Berteriak, bersorak sorak sepuasnya. Pokoknya betapa asyiknya ketika bola masuk gawang lawan.

Ada juga sih, para pemain yang suka jegal-jegalan. Mereka pada ribut di lapangan, sebentar terus salaman, damai. Mereka, tetap menghargai keputusan wasit yang memang punya mewenangan mutlak di lapangan.

Mau melawan wasit? Silakan, tapi risikonya terima kartu kuning atau merah. Mau? -massoes