Monday, 23 July 2018

Dua Tersangka Pencuri di Minimarket Dipincangi Polisi Pakai Pelor

Selasa, 10 Juli 2018 — 17:26 WIB
Dua pencuri yang ditangkap (saban)

Dua pencuri yang ditangkap (saban)

BEKASI – Dua tersangka pencurian di minimarket, terpapsak dibedil anggota Reskrim Polrestro Bekasi Kota, usai beraksi di Jalan Bulakmacan, Kelurahan Harapanjaya, Kecamatan Be‎kasi Utara, Kota Bekasi, Selasa (10/7) dini hari.

Tersangka Frenki Manik, 34, dan Perdi Pakpahan , 43, masih diperiksa sedangkan seorang lagi berinisial EA masih diburu polisi. “Mereka sudah beraksi delapan kali di wilayah Indramayu, Subang, Pamanukan, Indramayu, Cirebon, Subang, Pantura dan Kota Bekasi,” ujar AKBP Jarius Saragih, Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota

Saat beraksi mereka membawa gunting besi besar untuk memotong rantai kunci dan gembok minimarket, sudah diamankan.

Selain itu, kata dia, modus pelaku beraksi di saat minimarket tutup, sekitar pukul 02.00-04.00 WIB. ‎”Warga sekitar minimarket tidak curiga dengan aksi pelaku, mereka memarkirkan mobil boks di depan toko sasaran. Seakan-akan mereka merupakan karyawan toko,” imbuhnya.

Pengungkapan bermula, ketiga pelaku beraksi di toko di Jalan Bulakmacan, Kelurahan Harapanjaya, Kecamatan Be‎kasi Utara‎, pada 13 Juni 2018 lalu.

Pemilik toko, Paul Ginting, 42, mengetahui tokonya telah dibobol pelaku saat ‎membuka toko pagi harinya. Kunci gembok telah digunting pelaku. “Pelaku mengambil barang-barang yang mudah dijual, seperti rokok, susu, dan sebagainya,” katanya.

Kemudian, korban melaporkan kasus ini ke Mapolsek Bekasi Utara, Polrestro Bekasi Kota. Anggota polisi yang tiba di lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari penyelidikan di lokasi, ditemukan beberapa alat bukti yang mengarah kepada pelaku.

Kedua pelaku berhasil diamankan di sekitar rumah pelaku Frenki di Cileungsi, Kabupaten Bekasi, dini hari tadi. “Kedua pelaku ditangkap di‎ rumah tetangga pelaku Frenki,” katanya.

Saat ditanglap, pelaku sempat melarikan‎ sehingga petugas memberikan tembakan terukur dan terarah di kaki pelaku.

Berdasarkan pengakuan Perdi Pakpahan, sudah lima tahun tinggal di Kota Bekasi dan menjadi sopir angkot Pondokkopi-Bintara. ‎Ia mengaku mengambil barang-barang yang mudah dijual. “Iya, cuma rokok yang mudah dijual lagi,” kata Perdi.

Perdi mengaku menyesal dan tak akan mengulangi lagi perbuatannya. “Kita menyesal, mudah-mudahan keluar dari sini, yang terakhir,” imbuhnya.

Sedangkan rekannya, Frenki merupakan “debt collector” yang sudah saling kenal selama tinggal di Kota Bekasi. (saban/b)