Thursday, 20 September 2018

Harga Ayam dan Telur Naik, Pedagang: Saya Juga Bingung, Kenapa Begini

Selasa, 10 Juli 2018 — 17:08 WIB
Pedagang ayam potong di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang

Pedagang ayam potong di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang

SERANG – Sejumlah pedagang telur ayam dan ayam potong di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang mengeluh kehilangan pembeli. Ini terjadi karena ada kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir.

Sebeloumnya, ayam potong dijual Rp35 ribu namun kini jadi Rp38 ribu. Sedangkan telur mengalami kenaikan Rp2 ribu dari harga sebelumnya Rp27 ribu per kg menjadi Rp 29 ribu per kg.

“Saya tidak tahu apa penyebabnya bisa naiknya harga ayam potong disini, karena kenaikan ini saya anggap tidak sesuai momen,” kata Dadang, pedagang, Selasa (10/7/2018).

Menurutnya, biasanya jika ada kenaikan harga mengikuti momen, misalnya saat Lebaran. Itu makanya ia heran karena saat ini tanpa ada momen terftentu mendadak terjadi kenaikan harga. “Saya bingung ada apa kali bisa naik semudah ini. Dari agen tempat saya beli, hartganya sudah naik,” ujarnya.

Atas kenaikan ini, ia merugi karena pembeli jadi berkurang. “Akibat naik lagi harganya, jualan saya tidak laku. Kalaupun laku paling hanya sekedar balik modal,” jelasnya.

Di pasar sama, ferdy, pedagang telur ayam, juga bingung karena kenaikan harga telur. “Naik juga harga telur, kenaikan ini dari agennya, kan saya dikirim dri agen. Nah repotnya, yang mau beli dagangan saya jadi mikir dua kali,” ujarnya.

Ia mengatakan kenaikan harga telur ayam bersamaan dengan naiknya harga ayam potong. Ia juga sama tidak mengetahui penyebab kenaikan harga. “Sejak tiga hari lalu harga jadi naik,” ucapnya. (haryono/yp)