Friday, 21 September 2018

Janda Almarhum Pembangkang Liu Xiaobo Sudah Meninggalkan Cina

Selasa, 10 Juli 2018 — 21:56 WIB
Liu Xia mendarat di Helsinki dalam perjalanan menuju ke Berlin.

Liu Xia mendarat di Helsinki dalam perjalanan menuju ke Berlin.

CINA– Janda peraih Nobel Perdamaian asal Cina, almarhum Liu Xiaobo, sudah diizinkan untuk meninggalkan Cina dan terbang menuju Jerman, menurut berbagai laporan.

Liu Xia -yang ditetapkan sebagai tahanan rumah sejak suaminya mendapat Nobel Perdamaian tahun 2010- sudah berada di dalam pesawat yang terbang menuju Berlin, menurut teman keluarganya.

Suaminya, guru besar universitas yang kemudian menjadi pegiat hak asasi manusia, dihukum penjara tahun 2009 dengan dakwaan menghasut subversi.

Dia meninggal dunia tahun lalu setelah menderita kanker hati dan abunya disebar ke laut.

Liu Xia, yang merupakan seorang penyair, tidak pernah didakwa dengan kejahatan apapun dan bulan Mei lalu dia mengatakan siap untuk mati guna memprotes penahanannya yang terus berlanjut.

Dia mengaku menderita depresi setelah bertahun-tahun berada di bawah pengawasan ketat.

Seorang teman keluarga, Ye Du, mengatakan kepada para wartawan bahwa Liu Xia terbang dari Beijing ke Berlin dengan menggunakan maskapai Finnair, Selasa (10/07) pada pukul 11:00 waktu setempat.

Walau belum ada pengukuhan dari Kedutaan Besar Jerman, sebelumnya pemerintah Berlin memang mendesak Cina agar mengizinkan Liu Xia meninggalkan Cina.

Berita tentang keberangkatannya ke Jerman muncul tiga hari sebelum peringatan setahun kematian suaminya.

Sementara Perdana Menteri Cina, Li Keqiang, berada di Jerman pekan lalu dan sudah bertemu dengan kanselir Jerman, Angela Merkel.
Kondisinya memburuk

Bulan Mei lalu, Liu Xia mengatakan kepada temannya Liao Yiwu lewat percakapan telepon bahwa ‘lebih mudah baginya untuk mati daripada hidup’.

“Saya tidak takut apapun. Jika saya tidak boleh pergi, saya akan mati di rumah saya. Xiaobo sudah pergi, dan tidak ada lagi di dunia ini untukku sekarang.”

Liao juga menerbitkan rekaman wawancara telepon dengan Liu pada bulan April, yang memperdengarkan dia menangis sambil mengatakan, “Saya siap mati di sini.”

Pihak berwenang Cina selalu menegaskan janda pembangkang itu adalah warga yang bebas namun kenyataannya pergerakan Liu dibatasi dan dia berada di bawah pengawasan ketat.

Patrick Poon -peneliti masalah Cina di kelompok pegiat hak asasi, Amnesty International- mengatakan ‘berita yang bagus bahwa Liu Xia akhirnya bebas dan persekusi serta penahanan tanpa pengadilan.

“Pihak berwenang Cina berupaya membungkamnya namun dia berdiri tegak untuk hak asasi.”

Amnesty International juga mendesak agar diakhirinya gangguan atas keluarga Liu Xia yang masih berada di Cina.(BBC)