Wednesday, 14 November 2018

Memanfaatkan Warga Tawuran, Bandar Bertransaksi Narkoba

Selasa, 10 Juli 2018 — 18:52 WIB
Kombes Hengki Haryadi didampingi Walikota Jakarta Barat Rustam Efendi menunjukkan barang bukti (ilham)

Kombes Hengki Haryadi didampingi Walikota Jakarta Barat Rustam Efendi menunjukkan barang bukti (ilham)

JAKARTA – Jaringan narkoba melakukan segala cara untuk mengecoh pihak kepolisian agar aksinya berjalan lancar. Seperti memanfaatkan aksi tawuran yang terjadi di kawasan Mall Season City, Tambora, Jakarta Barat. Dengan mengalihkan perhatian polisi menangani tawuran, bandar melakukan transaksi narkoba.

Namun, modus yang dilakukan bandar narkoba ini tidak selamanya berjalan lancar. Rupanya Polsek Metro Tambora mampu mengendus modus tersebut.

Oleh karena itu, pasca-tawuran warga yang diduga direkayasa, Tim Pemburu Preman (TPP) Polsek Tambora menyita 4,2 Kg sabu berikut 4.627 ekstasi, bong dan cangklong, serta 3 timbangan elektrik berikut satu tersangka, AT, 34, kurir narkoba.

Ia ditangkap sedang teler di rumah kontrakan di kawasan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Dua rekan tersangka Am dan Bb yang diduga pemilik barang kabur dan hingga kini buron.

Sementara dari aksi tawuran 17 orang diamankan enam diantaranya dari kelompok Semeru, yakni SR, 45, YSA, 23, AMW, 19, SM, 19 dan AK, 17. Sedangkan kelompok Jembatan Besi yakni SM, 14, ZF, 14, AG,16, MS, 23, SS, 16, AR, 14, MZH, 14, EHR, 18, dan SI, 15.

Saat tawuran terjadi kening anggota Polsek Tambora sobek dilempar batu saat membubarkan bentrok tersebut.

“Modusnya cukup unik, ini baru kami ungkap. Biasanya hanya ‘katanya – katanya’. Tapi ini terjadi saya sendiri sangat terkejut. Tersangka tawuran lima orang kami tahan, sedangkan 11 orang kami lakukan prosws diversi bersama Balai Pemasyarakatan karena masih dibawah umur. Ada juga satu orang masuk DPO merupakan residivis sindikat geng tenda orange,” kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi didampingi Walikota Jakarta Barat Rustam Efendi, Selasa (10/7).

Hengki mengapresiasi betul kasus yang diungkap Polsek Tambora. Ia mengakui tanpa kejeliannya, kasus ini akan lenyap hilang. Pihaknya mengungkap kasus tersebut bermodal selinting ganja yang dibawa salah satu tersangka tawuran.Polisi kemudian berhasil membongkar kasus ini.

Hengki kemudian mengakui tawuran yang terjadi, pada Rabu (5/7) lalu antara geng Liberty Jembatan Besi dan geng Semeru Grogol ini memanfaatkan remaja dan bocah. Jaringan narkoba ini sengaja mencekoki anak remaja dengan miras dan mematiknya melalui medsos, sejumlah bocah kemudian terpancing untuk ikut tawuran.

Pada saat tawuran terjadi, bandar asik membagikan sabu ke sejumlah pengecer. Satu kilogram sabu berhasil beredar saat kejadian ini. Pasalnya, di lokasi penggrebekan ditemukan plastik bekas berisi sabu berukuran 1 kg.

“Diantara yang diamankan merupakan preman. Kami menyakini mereka terlibat dan bukan dari kelompok bertikai. Artinya ini sengaja dilakukan karena untuk memuluskan transaksi narkoba,” ucap Hengki.(ilham/b)