Wednesday, 19 September 2018

Antisipasi Luapan Air Kali

Pemkot Depok Didesak Tinggikan Jembatan Penghubung Jalan Pasir Putih – Cipayung

Selasa, 10 Juli 2018 — 12:41 WIB
Jajaran BBWSCC Pusat saat meninjau jembatan penghubung atau jalan alternatif Kel. Pasir Putih dan Cipayung yang selalu banjir luapan Kali Pesanggrahan. (anton)

Jajaran BBWSCC Pusat saat meninjau jembatan penghubung atau jalan alternatif Kel. Pasir Putih dan Cipayung yang selalu banjir luapan Kali Pesanggrahan. (anton)

DEPOK  – Jajaran Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane (BBWSCC) mendesak Pemkot Depok untuk meninggikan jembatan penghubung jalan Kel. Pasir Putih dan Cipayung karena mengganggu arus air Kali Pesanggrahan saat ada kiriman dari Bogor yang kerap mengakibatkan banjir di pemukiman.

“Badan jembatan penghubung atau jalan utama warga Kel. Pasir Putih dan Cipayung yang terlalu rendah harus ditinggikan agar tidak banjir saat air kali meluap,” kata Ketua BBWSCC Jarot Widyoko didampingi Sekretrais DLHK Kota depok Ridwan, Selasa (10/7/2018).

Jarot mengatakan BBWSCC sendiri sebetulnya sudah melakukan pengerukan lumpur di Kali Pesanggrahan sepanjang 218 meter sejak Januari 2018 lalu.

“Namun karena ada informasi keluhan warga akan longsoran sampah TPU Cipayung dan dangkalnya badan kali,  pihaknya langsung mengecek ke lokasi,” tuturnya yang mengapreasi bahwa pihak Pemkot Depok tengah berupaya membebasan lahan untuk pelebaran badan Kali Pesanggrahan.

Dia berharap Walikota Depok segera mengusulkan rencana tersebut  ke   Kementerian DPUPR atau Kementerian Lingkugan Hidup.

Sementara itu, warga sekitar  berharap kegiatan pengerukan maupun usulan dari BBWSCC untuk meninggikan badan jembatan segera  ditindak lanjuti Walikota Depok dan jajarannya.

“Alhamdulillah,  Jika pihak jajaran BBWSCC pusat langsung menanggani pengerukan badan Kali Pesanggrahan yang dangkal dan tertutup sampah serta anak kali yang ada di wilayah Kel. Pasir Putih, Sawangan untuk mengatasi banjir kiriman,” kata Umar, warga Rw 05, Kel. Pasir Putih, Sawangan, Selasa (10/7).

“Kalau banjir jalan ini tidak dapat dilewati kendaraan dan sejumlah rumah warga bakal terendam,” tuturnya. (anton/tri)