Thursday, 20 September 2018

Saling Menunggu Cawapres, Jokowi-Prabowo Main Catur

Selasa, 10 Juli 2018 — 6:45 WIB
sentilan jkw

SIAPA Cawapres Jokowi belum jelas, masih di kantongnya. Sedangkan Prabowo, baik pencapresan dirinya maupun Cawapresnya juga belum jelas. Namun demikian Gerindra sebagai pengusungnya pede saja. Lalu siapa Cawapres Jokowi-Prabowo jika kembali bertarung di 2019? Sepertinya keduanya seperti main catur, saling menunggu!

SBY dulu saat hendak melanjutkan periode keduanya di Pilpres 2009 pede saja gandeng Budiono yang bukan politisi bukan tokoh agama. Sebab Partai Demokrat yakin, dipasang dengan sandal jepit pun SBY pasti menang. Faktanya demikian, tak peduli suara Indonesia Timur maupun Barat, SBY lanjutkan…. jadi Presiden sampai 2014.

Tapi Jokowi sekarang, mau melanjutkan periode keduanya di 2019 sepertinya masih gamang, siapa Cawapres yang punya daya dongkrak elektabilitas luar biasa sehingga memenangkan pertarungan. Ada memang Cawapres yang ngonyol-onyolke (memaksakan diri) agar digandeng, tapi justru Jokowi jadi tak berselera.

Lalu siapa Cawapres yang jadi pilihan Jokowi? Katanya ada di kantong kanan, sedangkan di kantong kiri hanyalah sederet Cawapres penggembira. Maksudnya, sekedar masuk daftar, tapi takkan dilirik. Beda yang di kantong kanan, mereka Cawapres yang bakal mengerucut. Salah satu dari mereka baru akan diumumkan setelah kubu lawan menyebut siapa Cawapresnya.

Siapa lawan Jokowi sebenarnya, nampaknya juga baru dari Gerindra, yakni Ketumnya sendiri, Prabowo Subianto. Tapi itu masih rawan kepastiannya, sebab koalisinya seperti PKS dan PAN, masih mementingkan Cawapres sendiri. Artinya, bila Cawapres itu bukan dari kadernya, baik PKS maupun PAN mau sayonara…. dengan Gerindra. Itu sama saja Prabowo batal nyapres, karena tanpa dukungan partai lain Gerindra tak bisa mengusung Capres-Cawapres sendiri.

Namun demikian Gerindra pede saja. Sejumlah Cawapres ada banyak dilirik. Ada Anies Baswedan, ada AHY putra SBY, ada pula Gatot Nurmantyo. Cawapres produk PKS, sepertinya tak masuk hitungan, meski itu selalu dijadikan ancaman PKS untuk menekan Prabowo.

Ibarat main catur, kini Jokowi-Prabowo saling menunggu  siapa bidak andalan yang bisa bikin skakmat lawan. Karenanya bisa jadi mereka baru mengumumkan Cawapresnya di hari terakhir pendaftaran Capres-Cawapres, 10 Agustus 2018. Di jam-jam kritis itu memang baik Jokowi maupun Prabowo tak mungkin bongkar pasang Cawapresnya. Rakyat pun berharap, jangan sampai terjadi remis. – gunarso ts