Wednesday, 19 September 2018

Semua Korban Terperangkap di Gua Thailand Berhasil Diselamatkan

Selasa, 10 Juli 2018 — 19:26 WIB
Upaya penyelamatan sudah menyebabkan jatuhnya seorang penyelam meninggal dunia.

Upaya penyelamatan sudah menyebabkan jatuhnya seorang penyelam meninggal dunia.

THAILAND– Korban kesembilan yang terperangkap di gua Tham Luang, Thailand, sudah berhasil diselamatkan, seperti dinyatakan Angkatan Laut Thailand.

Sebanyak 19 penyelam masuk ke gua dalam misi berbahaya untuk menyelamatkan 12 anak dan remaja bersama seorang pelatih sepak bola mereka yang terperangkap banjir.

Laporan-laporan yang belum dikukuhkan menyebutkan ada dua orang lagi yang juga berhasil diselamatkan, Selasa (10/07).

Jika memang tiga orang sudah dikeluarkan dari gua, maka tinggal seorang remaja dan seorang dewasa yang perlu diselamatkan lewat upaya yang sejauh ini menyebabkan jatuhnya korban jiwa seorang penyelam.

Kelompok tim sepak bola itu terperangkap di dalam gua pada 23 Juni lalu karena hujan lebat yang menyebabkan banjir di jaringan gua Tham Luang dan sempat tidak ada kabar sampai ditemukan oleh para penyelam sembilan hari kemudian.

Sebelumnya, delapan remaja yang berhasil dikeluarkan dari dalam gua di Thailand dalam operasi penyelamatan pada Minggu (8/7) dan Senin (9/7) berada dalam kondisi sehat, baik fisik maupun mental.

Mereka langsung dibawa dengan menggunakan helikopter ke sebuah rumah sakit di dekat Chiang Rai begitu muncul di mulut gua.

“Kedelapan remaja itu semuanya sehat, tidak demam…Semuanya dalam kondisi mental yang baik,” sebut Jesada Chokedamrongsuk, sekretaris Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand dalam jumpa pers, Selasa (10/7).

Meski demikian, sambungnya, para petugas medis tetap bersikap waspada sembari menunggu hasil tes. Apalagi, dua di antara delapan remaja dicurigai mengalami infeksi paru-paru.

Sejak dikeluarkan dari dalam gua, kedelapan remaja yang dikeluarkan dari gua telah menjalani pemindaian sinar-X dan pemeriksaan darah.

Kesehatan mereka akan terus dipantau di rumah sakit selama sedikitnya tujuh hari.

Sementara itu, empat remaja lainnya dan pelatih sepak bola mereka masih berada di dalam Gua Tham Luang.

Operasi penjemputan mereka diperkirakan akan berlanjut pada Selasa (10/7).

Cuaca masih menjadi kendala utama dan dengan hujan yang tak kunjung reda, air hujan yang membanjiri lorong gua membuat misi penyelamatan menjadi sangat sulit dan berisiko.

Tim penyelamat pada hari Senin (09/07) berhasil membawa keluar empat anak dari dalam gua tempat mereka terperangkap bersama pelatih sepak bola mereka dalam dua pekan terakhir.

Sehari sebelumnya, tim SAR berhasil membawa keluar empat anak, sehingga jumlah keseluruhan yang dibawa keluar dari gua adalah delapan anak.

Jumlah anak yang terperangkap di gua sejak Juni lalu adalah 12 orang.

Kompleks gua Tham Luang tempat para remaja itu terperangkap sejak 23 Juni lalu ibarat sistem labirin dengan celah beragam ukuran.

Ketinggian beberapa celah melebihi 10 meter, sedangkan celah lainnya begitu sempit dan direndam air.

Hal ini menimbulkan potensi bahaya bagi regu penyelamat. Dan kematian seorang mantan penyelam Angkatan Laut Thailand, yang merupakan bagian dari tim pemasok suplai tabung udara kepada para remaja, menjadi bukti bahaya tersebut.

Bagaimana mereka akan lolos?

Para penyelam yang dilengkapi peralatan pernapasan khusus bertemu dengan para remaja setelah melewati serangkaian celah sempit terendam air. Remaja-remaja tersebut akan dibawa ke luar lewat jalur yang sama.

Pemerintah Thailand sudah punya skema yang jelas untuk melakoni operasi ini.

Dua penyelam akan mendampingi setiap remaja dan memandu mereka di tengah kegelapan menggunakan tali.

Di celah sempit, para penyelam harus mencopot tabung udara mereka dan menyelinapkan remaja-remaja itu beserta semua tabung.

Setiap remaja diberikan masker wajah—yang pemakaiannya lebih mudah bagi penyelam pemula. (BBC)