Monday, 24 September 2018

TNI AL Hentikan Kapal Kelebihan Penumpang

Selasa, 10 Juli 2018 — 20:15 WIB
tnial

JAKARTA –KRI Pulau Rusa-726 mengamankan kapal penumpang bermuatan 273 orang di Perairan Kuala Siak Tanjung Layang, Sabtu (7/7). Dari hasil pemeriksaan, tidak ada dikumen yang bisa ditunjukkan awak kapal tersebut.

Menurut Kapten Kapal KRI Pulau Rusa-726, Mayor Laut (P) Fitriana C. Ardi, S.E., penangkapan berawal saat dilakukan patroli Sabtu (9/7) pukul 22.00 WIB di sekitar Kuala Siak Tanjung Layang. Saat itu terdeteksi adanya kapal kargo yang melaksanakan manuver mencurigakan.

“KRI Pulau Rusa-726 melaksanakan prosedur Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid). Setelah berhasil menghentikan kapal tersebut, maka segera dilaksanakan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui kapal GT 174 jenis kapal motor kayu penumpang bernama KM. Jelatik 8, berlayar dari Selat Panjang ke Pekanbaru. Kapal membawa ABK 10 orang WNI dengan mengangkut 273 penumpang.

“Kapten kapal tidak bisa menunjukkan dokumen kapal. Pelanggaran diantaranya manifest penumpang melebihi kapasitas karena mengangkut 273 orang dan hanya 113 orang yang masuk manifest. Tidak memiliki Surat Ijin Usaha Jasa Pengangkutan (SIUPAL), 1 unit motor, 1 kotak daging babi tidak masuk dalam manifest barang,” tambahnya.

Atas dugaan pelanggaran, maka kapal dilarang melanjutkan pelayaran guna mencegah terjadinya kecelakaan akibat kelebihan penumpang. “Kapal dikawal KRI Pulau Rusa-726 menuju Pangkalan terdekat dalam hal ini Lanal Dumai untuk proses hukum lebih lanjut,” lanjut Mayor Fitriana.(us)