Tuesday, 21 August 2018

Emosinya Pengemudi Bentor Bibir Istri Pun Dibikin Jontor

Rabu, 11 Juli 2018 — 6:33 WIB
enak aja nuduh

JADI sopir bentor (becak bermotor) itu harus ramah pada pelanggan. Tapi ketika Aliman, 38, nampak akrab dengan Deni, 28, penyanyi yang jadi pelanggan bentornya, istrinya cemburu bahkan menuduh selingkuh. Aliman pun jadi emosi, istrinya ditempeleng berkali-kali sampai bibirnya jontor.

Cemburu itu jadi penyedap perkawinan. Tanpa rasa cemburu berarti kadar cintanya pasangan suami istri itu telah menurun. Namun demikian tak boleh juga menjadi cemburu buta, bahkan menuduh suami selingkuh dengan wanita lain. Jika terjadi yang demikian, tadinya sayang suami bisa berubah hilang suami, karena suami memilih bercerai saja.

Nasib Ny. Arini, 35, warga  Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, tak separah itu memang. Dia tak sampai diceraikan suami gara-gara kecemburuan yang melampui batas. Tapi bibir dia punya jadi jontor maju beberapa mili, karena habis diswing suami gara-gara menuduh punya WIL penyanyi.

Aliman memang lelaki apes. Ijazah sarjana yang dimiliki tak mampu menjadikan kehidupan yang lebih baik. Ngelamar kerja ke sana ke mari selalu ditolak. Semakin tambah usia peluang kerjanya semakin kecil, sehingga saking kepepetnya dia terpaksa menjadi sopir bentor.

Dia punya pelanggan cukup banyak, di antaranya penyanyi organ tunggal bernama Deni yang tinggal di tetangga desa. Baik berangkat maupun pulang penyanyi itu selaku pakai jasa Aliman. Mereka pun jadi akrab sekali, bahkan suka ledek-ledekan, tapi tak sampai pakai istilah Cebong dan Kampret.

Sekali waktu istrinya, Arini, melihat keakraban suaminya dengan sang penyanyi. Secara pisik jelas Deni lebih cantik, lebih seksi dan lebih muda. Dia pun mulai curiga bahwa suaminya ada main dengan pelanggannya. Bahkan sekali waktu Arini terang-terangan menegur Deni, “Mbak, Aliman jangan dilayani, bisa lupa keluarga nanti. Antar jemput cukup, jangan yang lain-lain.”

Tentu saja Deni terperangah. Dia tak meladeni ucapan nyinyir bini Aliman, hanya sejak itu dia tak mau lagi pakai bentor Aliman, pindah ke sopir yang lain. Tentu saja Aliman kehilangan pelanggan baiknya. Ujung-ujungnya suami istri ini ribut. Tapi Arini tetap ngeyel, merasa paling benar.

Aliman jadi emosi. Langsung saja Arini ditempeleng berkali-kali, termasuk bibir nyinyir itu dikaploknya seperti Jepang menghajar tentara Peta. Tentu saja Arini tidak terima. Dengan mulut jontor dan wajah simpang siur, dia mengadu ke Polsek Arungkeke, minta suaminya diproses secara hukum.

Oalah, KDRT gara-gara masalah sepele. (TC/Gunarso TS)